|
Yogyakarta
Pilot Pesawat Latih Meninggal Dunia
Selasa, 08 Pebruari 2005 | 19:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Salah satu penerbang pesawat latih Brabo LM 2030 milik TNI AU Lanud Adi Sucipto, Mayor (Pnb) Bambang Wahyu Widodo akhirnya meninggal dunia setelah kritis sekitar satu jam. Wahyu Widodo meninggal beberapa saat setelah sempat dirawat di RS TNI AU Yogyakarta, Selasa (8/2).
Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) TNI AU Lanud Adi Sucipto, Mayor (Sus) Agus Muhadi kepada Tempo mengatakan, Mayor Wahyu Widodo meninggal di ICCU RS TNI AU. Sedangkan kondisi Mayor (Pnb) Maksum hingga saat masih kritis.
"Sebab-sebab kecelakaan, kami belum tahu pasti. Untuk kepastiannya, nanti akan diperiksa langsung tim Pemeriksa Kecelakaan Pesawat," kata Agus.
Sementara itu, menurut pantauan Tempo di lokasi, proses evakuasi pesawat sudah selesai dilakukan. Bangkai pesawat yang jatuh di atas rumah Apri Yulianto dan Ny Suparti, sudah berhasil diturunkan. Tubuh pesawat itu dipotong-potong menggunakan peralatan sederhana seperti kapak, linggis, mesin las dan gergaji.
Apri dan Ny Suparti selamat karena ketika terjadi musibah kedua sedang berada di sawah. Ny Suparti yang sehari-hari berjualan lotek, kebetulan siang itu pergi ke sawah untuk menyiangi rumput. "Saya tidak punya firasat apa-apa. Saya pulang karena mendengar suara seperti ledakan yang sangat keras. Tetapi sesampai di rumah, ternyata rumah saya yang kejatuhan pesawat," kata Suparti.
Menurut saksi mata Eni, 26 tahun, penjaga rental komputer yang berada selisih satu rumah dari lokasi kejadian mengatakan, dia mendengar ledakan yang sangat keras. "Saya kira terjadi tsunami seperti yang diributkan selama ini. Tapi tak berapa lama kok terdengar teriakan kebakaran-kebakaran. Begitu saya keluar, ternyata ada pesawat jatuh," kata Eni.
Seperti diberitakan, sebuah pesawat latih milik TNI AU Skuadron Pendidikan 102 Lanud Adi Sucipto jatuh pada pukul 14.35 WIB di dusun Grogolsari, Juwangin Purwomartani Sleman Yogyakarta (750 meter dari Lanud Adi Sucipto). Pesawat itu diterbangkan Mayor (Pnb) Wahyu Widodo dan Mayor (Pnb) Maksum.
Saat pesawat diterbangkan, mereka tidak mengangkut siswa. Wahyu Widodo yang selama ini ditugaskan di bagian non penerbangan, dikembalikan sebagai instruktur penerbang. Wahyu menerbangkan pesawat tersebut untuk penyegaran sekaligus mengembalikan ketangkasannya dalam menerbangkan pesawat.
Syaiful Amin/LN Idayanie/Heru CN
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Beberapa petugas dari kepolisian dibantu masyarakat mengangkut rongsokan pesawat latih mini PK-SKB yang jatuh dekat pintu tol Cililitan, Jakarta, 20 Juli 2002. Peristiwa ini menewaskan pilot Brigjen Pol. Bakat Poerwanto dan melukai tiga orang lainnya. [TEMPO/ Yusnirsyah Sirin; K8A/477/2002; 20020723]](/hg/photostock/2004/12/28/s_K8A47704_high_thumb.jpg) |
![Beberapa petugas dari kepolisian dibantu masyarakat mengangkut rongsokan pesawat latih mini PK-SKB yang jatuh di dekat pintu tol Cililitan, Jakarta, 20 Juli 2002. Peristiwa ini menewaskan pilot Brigjen Pol. Bakat Poerwanto dan melukai tiga orang lainnya. [TEMPO/ Yusnirsyah Sirin; K8A/477/2002; 20020723]](/hg/photostock/2004/12/28/s_K8A47706_high_thumb.jpg) |
| Peristiwa Jatuhnya Pesawat Latih Mini
|
|
| Peristiwa Jatuhnya Pesawat Latih Mini
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|