Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Tengah

9-11 Februari Nelayan Tidak Melaut
Senin, 07 Pebruari 2005 | 15:29 WIB

TEMPO Interaktif, Cilacap: Mengantisipi datangnya badai tropis, ribuan nelayan Cilacap berencna tidak melaut pada 9-11 Februari 2005. Saat ini organisasi nelayan sedang mensosialisasikan rencana itu kepada sekitar 21 ribu nelayan sepanjang pantai Cilacap, Jawa Tengah. Bagi nelayan yang saat ini sedang berada di tengah laut, diperingatkan untuk hati-hati.

Hal itu diungkapkan Ketua Solidaritas Nelayan Cilacap
(Sonci) Rasino, Senin (7/2). "Kami atas nama Sonci
memutuskan mengajak nelayan tidak melaut pada tanggal itu karena diperkirakan bakal ada badai besar," katanya. Hal itu terpaksa dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan buruk menimpa para nelayan. "Soalnya, sebagian nelayan memakai perahu tradisional yang gampang pecah dan terguncang jika ada gelombang besar seperti badai tropis itu," katanya.

Namun Rasino menyatakan, hingga Senin siang, para
nelayan masih menangkap ikan seperti biasa. "Hanya saja
sebagian besar nelayan mengurangi wilayah jelajah mereka, tidak sampai di tengah laut, takut terhantam badai,"
katanya.

Suasana perkampungan nelayan di sepanjang pantai Teluk
Penyu dan sekitarnya di Cilacap juga berjalan seperti
biasa. Tidak ada eksodus pengungsian seperti yang
terjadi di beberapa daerah. "Soalnya, laporan dari
stasiun Meteorologi dan Geofisika menyatakan, kawasan
Cilacap aman dari badai itu. Kalaupun terjadi, bakal
kecil saja pengaruhnya di perairan sini," ujar Rasino.

Secara terpisah, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh
Indonesia Cabang Cilacap atas Munandar menyatakan,
dirinya dan pengurus HNSI lainnya yakin badai yang
berpusat di perairan Australia itu tidak akan
menimbulkan pengaruh besar bagi perairan Cilacap.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi dan Geofisika
(SMG) Cilacap Budi Anggono menyatakan, kawasan perairan Cilacap dipastikan bukan kawasan yang bakal disinggahi pusaran angin besar dari badai tropis itu. "Yang harus waspada itu di kawasan sekitar Jogja atau Bali. Tetapi kalaupun badai datang, kecepatan anginnya tidak akan sampai 100 kilometer per jam seperti yang dikhawatirkan," katanya. Budi menyebut, kecepatan angin 100 km/jam hanya akan terjadi pada pusat badai yang dipastikan berada di tengah laut.

Budi menjelaskan, pusat badai itu memang terus bergerak, namun tidak akan mendekati kawasan perairan Cilacap. "Badai itu karena terjadinya perubahan tekanan udara di daerah Australia. Lalu karena masif, menjadi badai. Tapi
pantauan peralatan kami memastikan tidak akan mendekati Cilacap," katanya.

Dalam laporan dari BMG Cilacap tercatat, kecepatan
angin di laut Cilacap berkisar antara 18-31 km/jam.
Sedangkan ketinggian gelombang antara 1,6-1,7 meter.
Peningkatan gelombang dan angin diperkirakan akan
mencapai 24-36 km/jam dengan ketinggian ombak 1-2,2
meter. "Memang akan ada peningkatan, tetapi tidak
terlalu besar," katanya.

Ari Aji HS


Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Kapal di Pelabuhan Laut Maumere yang hancur setelah dihantam gelombang/ badai Tsunami setinggi 30 meter, Flores 1993 [TEMPO/ Hidayat SG; 14D/380/93; 20010215]. Suasana Kampung Nelayan di Maumere yang porak poranda setelah dihantam gelombang/ badai Tsunami setinggi 30 meter, Flores 1993 [ TEMPO/ Hidayat SG; 14D/340/93; 20010215 ].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

TNI Bangun Jalan Meulaboh-Banda Aceh dengan Operasi Sangkuriang
Menhub Minta Masyarakat Waspadai Badai
Gelombang Pasang Setinggi 4 Meter Melanda Pantai Baron
Gempa 6,5 Skala Richter Guncang Manado
Sultan Punya Firasat akan Terjadi Bencana Alam di Pantai Selatan
Puluhan Nelayan Mengungsi
Relawan Untuk Satwa
Hujan Angin, Angkot Tertimpa Pohon
Pohon Kenari yang berusia puluhan tahun roboh dan menimpa Angkot trayek 07 (Pasar Anyar-Bojong Gede) hingga ringsek.
BMG Tidak Dapat Meramal Terjadinya Hujan Es
> selengkapnya...


Referensi

Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Derita Pengungsi Belum Berakhir
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Palang Merah Indonesia
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Departemen Sosial
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data