Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Daerah Istimewa Yogyakarta

Sultan Minta Warga Yogya Tidak Dekati Laut
Kamis, 03 Pebruari 2005 | 15:28 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Yogyakarta - Sri Sultan Hamengkubuwono X yang juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta meminta masyarakat Yogyakarta khususnya, dan masyarakat sekitar pada umumnya, untuk tidak mendekati laut atau melaut, terutama sampai 1 Suro 1426 H (10/2) yang akan datang. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa ataupun badai di Pantai Selatan.

Hal ini dikemukakan oleh Wakil Bupati Gunungkidul Drs. Subechi MM, Kamis (3/2). Menurut Subechi, pada Selasa lalu (1/2), ajudan Gubernur DIY menghubungi Wakil Bupati Gunungkidul dan meminta pertemuan antara Gubernur, Wakil Bupati Gunungkidul dan Bupati Kulonprogo. Mereka kemudian soal perubahan alam dan cuaca akhir-akhir ini.

Menurut Sultan, lanjut Subechi, telah terajdi perbuahan alam yang siginifikan di Pantai Selatan Gunungkidul, maupun Bantul dan Kulon Progo selama musim penghujan ini. Maka dari itu perlu diantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak terduga. Selain itu, pantai adalah salah satu dari 12 titik pusat gempa di dunia.

"Masyarakat yang bermukim di sekitar pantai selatan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, dan para nelayan diminta untuk tidak melaut terlebih dahulu," kata Subechi.

Setelah pertemuan tersebut, Subechi kemudian berkoordinasi dengan Bupati Gunungkidul, Yoetikno, dan langsung mengumpulkan seluruh kepala dinas dan instansi, camat serta perwakilan lurah desa untuk melakukan langkah-langkah yang diperlukan. "Pada Jum’at (4/2) nanti, juga akan diselenggarakan doa khusus yang dipimpin 7 kyai kondang di bangsal Sewokoprojo," ujarnya.

Sementara menghadapi membludaknya pengunjung di pantai menjelang 1 Muharam, pemerintah kabupaten Gunungkidul akan memasang poster dan spanduk di jalan, mengingatkan masyarakat agar tidak bepergian ke pantai terutama sampai 1 Suro.

putri alfarini

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Nelayan pantai Kenjeran dengan perahu-nya, Surabaya, Agustus 1999. [TEMPO/ Bernard Chaniago; 31D/483/1999; 20010125]. Pantai Carita, Propinsi Banten, 6 Januari 2001. [TEMPO/ Bernard Chaniago; 31D/450/2001; 20010116].
Nelayan Kenjeran
Pantai Carita
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pasca-tsunami, Tingkat Hunian Hotel di Daerah Pantai Tinggal 25 Persen
Tingkat Hunian Hotel di Puncak Turun 30 Persen
Pencalonan Yusuf Kalla Disesalkan Sejumlah Kalangan
Australia Harus Cabut Tuduhannya Jika Ancaman Bom Tak Terbukti
Keramahan dan Keamanan Harus Mendukung Pariwisata
Pariwisata Targetkan Devisa US$ 6 Miliar
TMII dan Ragunan Siap Tampung Pengunjung
Ragunan Berbenah Menyambut Wisatawan
Anggota Lan AL Mataram Tewas Tertembak Komandanya Sendiri
Inilah Target 100 Hari Menteri Pariwisata
> selengkapnya...


Website

PT Garuda Indonesia
Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI)


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data