|
Jawa Tengah
Unwiku Purwokerto Lumpuh Total
Rabu, 02 Pebruari 2005 | 16:14 WIB
TEMPO Interaktif, BanyumasKegiatan belajar-mengajar di Universitas Wijaya Kusuma (Unwiku) Purwokerto lumpuh akibat pemogokan yang dilakukan mahasiswa, dosen dan karyawan mulai Rabu (2/2). Aksi mogok ini dilakukan untuk menuntut Rektor Unwiku, Prof. Dr. Iswanto, turun dari kursinya. Selain mogok, para mahasiswa juga berjanji tidak akan membayar SPP sebelum rektor mundur dari jabatannya. Mereka menuduh rektor otoriter.
Akibat pemogokan tersebut, kampus yang terletak di Desa Karangsalam, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, sepi. Ratusan mahasiswa hanya duduk-duduk. Demikian pula karyawan dan dosen. Satu-satunya aktivitas yang ada adalah aktivitas administrasi, pembagian gaji untuk karyawan dan dosen.
Aksi mogok total ini digerakkan oleh Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa se-Universitas dan Forum Penyelamat Unwiku (FPU) yang beranggota dosen dan karyawan.
Langkah mogok ditempuh karena pada aksi pendudukan gedung rektorat, Selasa (1/2), Iswanto menolak mundur. "Saya tidak mau diturunkan dengan cara seperti ini (demo)," ujarnya. "Saya hanya mau turun jika itu sesuai dengan prosedur yayasan (Yayasan Wijaya Kusuma)," tambahnya.
Dalam pernyataan sikapnya kemarin, para mahasiswa menyatakan tidak lagi mengakui Prof Dr Iswanto sebagai rektor dan secara otomatis jabatan rektor untuk sementara dipegang Pembantu Rektor I Drs Suyitno, MSi.. "Tidak ada tempat lagi bagi Prof Iswanto," kata Bayuaji Anggoro, humas BEM UKM.
Sekarang ini, mahasiswa, dosen dan karyawan yang menentang Iswanto telah mendesak Yayasan Wijaya Kusuma sebagai penaung universitas agar membuat surat pemberhentian Iswanto sebagai rektor.
Sekretaris FPU Taufik Purboyo, MSI yang juga dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik menyatakan, salah satu yang mendorong dosen dan karyawan melakukan aksi mogok adalah perilaku otoriter yang selama ini dilakukan Prof Iswanto. "Dia menghentikan karyawan seenaknya," katanya.
Masalah lainnya, Prof Iswanto juga mengeluarkan kebijakan pengurangan jam mengajar bagi dosen sehingga pendapatan dosen turun hingga 40 persen. "Selama ini gaji pokok kami juga tidak pernah mencapai UMK," kata Taufik.
Selain itu, Iswanto diduga telah menyalahgunakan penggunaan dana dalam operasional universitas. Salah satunya, pembangunan gedung Fakultas Hukum senilai Rp 5 milyar yang saat ini mangkrak (terbengkelai). "Seharusnya gedung itu selesai tahun 2004 lalu. Sampai saat ini tidak jelas prosesnya," kata Taufik Purboyo.
Taufik menggambarkan, dalam pembangunan gedung itu, Rektor dengan seenaknya menunjuk anaknya sendiri untuk memegang posisi keuangan. " Ini baru satu kasus, masih banyak kasus lain yang selalu saja berbau KKN," kata Taufik.
Menanggapi tudingan ini, Iswanto menantang mahasiswa ataupun doses yang memintanya mundur untuk mengaudit. “Saya persilahkan mahasiswa melakukan audit melalui lembaga tertentu, terserah,” ujarnya. ari aji hs
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
 |
![Murid-murid membaca buku di perpustakaan playgroup Jayakarta Montessori School, Jakarta, Mei 2001. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20010528].](/hg/photostock/2005/01/26/s_BC01051741_high_thumb.jpg) |
|
|
| Playgroup Jayakarta Montessori School
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|