|
Jawa Timur
Tabrakan Mobil dan Kereta Api, Tiga Tewas
Senin, 24 Januari 2005 | 17:18 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kereta api kelas eksekutif Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta menuju Surabaya, pukul 11.45 WIB menghantam mobil Hyundai Matrix L 2480 WY di kampung Sememi Kulon, Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, Senin (24/1). Tiga penumpang Hyundai yang masih berhubungan kerabat tewas seketika di lokasi kejadian, sedangkan satu lainnya dalam kondisi kritis.
Ketiga korban tewas adalah Siti Musyarofah, 40 tahun,
pengemudi, Nani Satyo, 70 tahun dan Ayu Wulansari, 25 tahun. Satu penumpang lainnya, Yayuk, 35 tahun, luka parah. Kondisi tubuh para korban umumnya sangat mengenaskan, sedangkan mobil yang ditumpangi ringsek tak berbentuk. Setelah terseret sekitar 50 meter, mobil itu terlempar di areal persawahan.
Menurut penuturan seorang saksi mata bernama Ny. Sumli
kepada Tempo, Hyundai tersebut melaju dari arah utara. Saat melewati perlintasan kereta yang tak berpalang, tiba-tiba dari arah barat muncul Argo Bromo Anggrek dengan kecepatan tinggi. "Saat itu posisi
mobil pas di tengah perlintasan," kata Sumli.
Sumli yang hanya berada sekitar 20 meter dari tempat
kecelakaan sempat melihat mobil Hyundai terlempar ke
sawah. Saat dihampiri, tiga orang penumpangnya sudah
tewas dengan luka yang cukup parah. Salah seorang dari
korban dilihatnya remuk di bagian kepala. "Yang satu
masih bernapas meski kondisinya juga sangat parah,"
kata Sumli.
Salah seorang warga Sememi, Sungkono mengatakan, sejak
dulu perlintasan tersebut memang tak ada yang menjaga.
Padahal tak jauh dari situ terdapat sekolah SMU 12
Surabaya. Perlintasan hanya dijaga satpam sekolahan saat waktu masuk dan pulang sekolah. Setelah aktivitas SMU 12 selesai perlintasan itu dibiarkan kosong. "Padahal meski ini jalan desa, tapi frekuensi kendaraan yang lewat
termasuk tinggi," kata Sungkono.
Kepala Kepolisian Sektor Benowo, Ajun Komisaris Polisi
Sukaryadi mengatakan berdasarkan identitas yang ditemukan di lokasi kejadian, korban adalah warga Surabaya. Polisi langsung membawa ketiga jenasah ke kamar mayat RSUD Dr. Soetomo. Sedangkan yang masih hidup dilarikan ke ruang IRD Dr. Soetomo. "Dari hasil penyelidikan anggota saya, diduga pengemudi tak waspada terhadap kereta api yang akan melintas," kata Sukaryadi saat ditemui di kantornya.
Kukuh S Wibowo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|