|
Nusa
Pemilihan Kepala Daerah di Solo Terancam Batal
Minggu, 23 Januari 2005 | 15:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemilihan kepala daerah langsung di Solo, Jawa Tengah terancam batal, karena pemerintah kota Solo tidak sanggup membiayai pelaksanaan pemilihan langsung.
Pemilihan kepala daerah itu menurut rencana akan digelar pada Juni 2005 dengan anggaran sekitar Rp 6 miliar.
Hingga akhir tahun 2005, keuangan pemerintah kota Solo hanya mampu membiayai belanja rutin seperti gaji pegawai negeri sipil dan honorarium pegawai daerah. Juga untuk membiayai belanja adminitrasi umum yang meliputi belanja barang dan jasa, belanja pemeliharaan, perjalanan dinas, serta membiayai utang yang jatuh tempo tahun lalu maupun jatuh tempo tahun ini.
Ketua Komisi Anggaran dan Keuangan DPRD Solo Bandung Joko Suryono mengatakan, keuangan pemerintah kota Solo saat ini sedang kritis. "Sangat sulit diharapkan bisa membiayai pelaksanaan pemilihan langsung yang menelan biaya Rp 6 miliar,” kata Bandung di Solo.
Karena itu, menurut dia, agar pelaksanaan pemilihan langsung pada Juni bisa terlaksana, DPRD Solo mendesak pemerintahan kota melobi pemerintah pusat untuk memberikan bantuan biaya.
Komisi Anggaran DPRD juga akan melobi pemerintah pusat agar ikut bertanggung jawab pada pelaksanaan pemilihan di daerah-daerah yang mengalami kesulitan pembiayaan.
Senada, anggota DPRD Supriyanto dari Partai Demokrat ini mengatakan, pemasukan yang diperoleh pemerintah kota Solo nantinya hanya dari pos Dana Alokasi Umum (DAU), Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), pendapatan asli daerah (PAD) yang meliputi pajak dan restribusi, serta sumber pendapat lain yang sah seperti giro dan aset daerah.
Karena itu, jika pemerintahan kota tidak ada pemasukan lain, pemilihan langsung langsung pada Juni nanti terancam batal.
“Pemerintah kota mau tidak mau harus mencari mendapatkan pemasukan lain atau pelaksanannya molor atau ditunda,” katanya.
Anas Syahirul - Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Gubernur baru NTB Drs H. L. Serinata dan Wakil Gubernur Drs. H.B. Thamrin Rayes mengucapkan sumpah janji saat dilantik Mendagri Hari Sabarno di DPRD NTB, Senin 1/9/2003. Mereka terpilih untuk periode 2003-2008 mengantikan Gubernur lama Drs. H. Harun Alrsayid dan wakilnya H. Syahdan SH, SP, MBA, MM
[TEMPO/Taufik Subarkah; Digital Image; 20030901]](/hg/photostock/2005/01/18/s_Dsc_0136_high_thumb.jpg) |
![Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso turun dari helikopter saat menuju ruang kerjanya di Balai Kota DKI Jakarta yang sudah dikepung massa yang menolak pencalonannya sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2002 - 2007 pada Sidang Paripurna anggota DPRD DKI Jakarta, 16 September 2002. [TEMPO/ Arie Basuki; K13A/112/2003; 20030403].<br>Dimuat majalah TEMPO 20020922-026, 20030105-082](/hg/photostock/2004/12/27/s_K13A11202[1]_high_thumb.jpg) |
|
|
| Sutiyoso turun dari helikopter
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|