|
Jawa Timur
Kertas Leces Incar 50 Persen Pasokan Kertas Pilkada Langsung
Kamis, 23 Desember 2004 | 15:47 WIB
TEMPO Interaktif, Malang: Pada 2005-2006 diperkirakan ada 225 pemilihan langsung kepala daerah di seluruh Indonesia. Bagi PT Kertas Leces, Probolinggo, Jawa Timur, hal ini merupakan peluang menangguk laba, dengan cara menjual kertas surat suara.
Menurut Direktur Utama PT Kertas Leces, Robert Simanjuntak, pihaknya memang mengincar sejumlah pemilihan kepala daerah dan juga pemilihan langsung kepala desa di Jawa Timur. Kertas Leces memasang target memperoleh pesanan pembuatan surat suara sebesar 50 persen. "Ini angka optimistis kami," katanya kepada Tempo lewat saluran telepon selular, Kamis (23/12) siang.
Untuk memenuhi target tersebut, Robert melanjutkan, pihaknya telah mendekati beberapa pimpinan kepala daerah dan pihak-pihak yang terkait langsung dengan pemilihan yang akan datang. Khusus Jawa Timur, katanya, sejauh ini Kertas Leces telah mendapat sinyal positif sebanyak separuh dari 38 daerah tingkat dua di Jawa Timur. Beberapa pemerintah daerah yang telah memberi sinyal itu adalah Probolinggo, Lumajang, dan Situbondo. "Masih sebatas sinyal, kok, belum sampai pada komitmen yang konkrit. Jadi kami masih harus mengintensifkan komunikasi dengan mereka," Robert menukas.
Ia menaksir kebutuhan kertas untuk pemilihan kepala daerah berkisar 7-8 ribu ton per tahun. Dari kebutuhan kertas ini, Kertas Leces sanggup memenuhi seluruh kebutuhan. Namun, mengingat pesaing, Kertas Leces cuma mematok target dapat memenuhi kebutuhan sebesar 50 persen. Untuk memenuhi kebutuhan kertas itu, pihaknya menggunakan beberapa mesin dengan total kapasitas produksi sekitar 640 ton per hari. Ini berarti Kertas Leces baru menggunakan 5 persen dari kapasitas produksi yang ada. "Walau mesin-mesin kami sudah tua, tapi kualitas produksinya masih bagus. Salah satu mesin kami masih sanggup memproduksi 30 ton per hari," ujarnya memastikan.
Menyangkut kualitas produksi, Robert mengaku kualitas kertasnya hanya kalah tipis dibanding kertas yang diproduksi PT Tjiwi Kimia dan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), dua produsen kertas terkemuka di Indonesia. Sedangkan soal harga, Kertas Leces menawarkan harga kertas di bawah patokan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat.
"Soal peluang kami, terserah pada KPU. Pada prinsipnya, kami siap saja bila nantinya KPU memberlakukan tender atau penunjukkan langsung," katanya optimistis, seraya menambahkan, pihaknya sudah mendapat rekomendasi dari KPU untuk memenuhi kebutuhan kertas surat suara untuk pemilihan kepala daerah dan kepala desa.
Optimisme Robert juga didukung oleh laba yang berhasil diraup selama pemilihan langsung legislatif dan presiden berlangsung pada 2004. Tanpa menyebut angka nominalnya, Robert mengaku pihaknya mendapat keuntungan sampai ribuan persen. Keuntungan juga didapat dari kerja sama operasional, sebagai bagian dari proses restrukturisasi. Terkait hal ini, Kertas Leces masih menanggung utang pada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sekitar Rp 800 miliar, yang harus dilunasi dalam 10 tahun dan cicilan dimulai pada 2004 ini. Utang Kertas Leces sendiri selesai direkstrukturisasi oleh BPPN pada pertengahan Juni 2003.
Didirikan pada 1993, PT Kertas Leces menjadi pabrik kertas kedua tertua di Indonesia. Setelah melakukan pelbagai ekspansi, saat ini pabrik Kertas Leces mempunyai lima mesin kertas yang terdiri dari unit pulp dan paper yang terintegrasi. Produk kertas yang dihasilkan beragam jenis kertas, seperti kertas cetak dan tulis, kertas koran, dan kertas untuk tisu. Selain dalam negeri, produk Kertas Leces juga diekspor ke Eropa, Timur Tengah, Asia, Australia, dan Selandia Baru.
Abdi Purmono
INDEKS BERITA LAINNYA :
|