|
Malang
Amien Rais Sangsi Pemerintah Serius Berantas Korupsi
Minggu, 19 Desember 2004 | 19:09 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Amien Rais menyangsikan keseriusan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dalam memberantas korupsi.
Kesangsian tersebut didasarkan pada bukti bahwa kasus korupsi yang diusut hanya kasus korupsi kelas kecil.
“Saya masih sangsi serius apa tidak pemerintah. Kok hanya mengusut yang kecil. Apakah berani menuntaskan korupsi yang besar, bukan hanya yang kelas kacang goreng," kata Amien Rais dalam acara Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah ke 45 di Kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Minggu (19/12).
Menurut Amien, pemberantasan korupsi harus
dimulai dari korupsi yang besar atau korupsi yang
menghilangkan sendi-sendi perekonomian bangsa.
Korupsi yang besar, ujar Amien Rais, adalah kasus
Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
"Rakyat sudah tahu jika korupsi yang paling besar itu adalah di BLBI. Tetapi mengapa sampai hari ke-60 pemerintahan SBY-Kalla yang ditangani masih korupsi yang ecek-ecek."
Amien menegaskan dirinya memang tidak setuju jika ada ada wali kota, gubernur maupun pejabat yang melakukan korupsi. Namun, pemerintah harus adil dalam melakukan pengusutan. “Jika yang Rp 4 miliar ala Pak Puteh diusut, korupsi BLBI sebesar Rp 140 triliun itu juga harus dibongkar.”
Saat ini yang terjadi, ungkap Amien Rais, adalah kasus korupsi triliunan rupiah itu justru kalah dengan kasus korupsi yang nilainya hanya Rp 4 miliar. "Jangan diamkan kasus BLBI dengan alasan berkasnya sudah lenyap."
Pada kesempatan yang sama, Amien Rais mengkritik Menteri Kehakiman dan HAM yang bisanya hanya memindahkan terdakwa dari Jakarta ke Cilacap. "Pindahan itu kan tak mengubah apa-apa dan itupun hanya urusan Satpam," ujarnya.
Amien mencotohkan, seharusnya yang dilakukan Menkeh dan HAM adalah mengumumkan 10 penjahat korupsi terbesar di negeri ini. Pengumuman ini akan membuat jera para koruptor kelas kakap. "Sebut saja nama-namanya dan umumkan ke publik," tutur mantan
KetuaUmum PAN ini. (bibin bintariadi)
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Ketua MPR, Amien Rais (kanan) melakukan dialog dengan Perdana Menteri Timor Lorosae, Mari Alkatiri (tengah) dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Timor Lorosae, Ramos Horta (kiri) di Gedung MPR/ DPR, Jakarta, 12 Juni 2003. Mari Alkatiri dan Ramor Horta melakukan kunjungan pertamanya ke Indonesia dalam rangka menjalin hubungan yang lebih erat di antara kedua negara setelah Timor Timur lepas dari NKR. [TEMPO/ Imam Sukamto; K15A/394/2003; 20030626].](/hg/photostock/2004/12/15/s_K15A39408_high_thumb.jpg) |
![Presiden Megawati Soekarnoputri (kiri) didampingi Wakil Presiden Hamzah Haz (kanan) dan Ketua MPR, Amien Rais (kedua kanan) melambaikan tangan usai mengikuti penutupan Sidang Tahunan MPR 2003 di Gedung MPR/ DPR, Jakarta, Kamis, 07 Agustus 2003. [TEMPO/ Arie Basuki; Digital Image; 20030807].](/hg/photostock/2004/12/15/s_AB03080761_high_thumb.jpg) |
| Amien Rais, Ramos Horta dan Mari Alkatiri
|
|
| Megawati Soekarnoputri, Amien Rais dan Hamzah Haz
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|