|
Jawa Tengah
Pemkab Klaten Ajukan Anggaran Miliaran Rupiah untuk Beli Mobil Dinas
Selasa, 14 Desember 2004 | 15:53 WIB
TEMPO Interaktif, Solo: Pemerintah Kabupaten Klaten mengusulkan anggaran Rp 4,105 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2005. Dana sebesar itu diantaranya untuk membeli 26 mobil Toyota Avanza untuk seluruh camat di kabupaten tersebut. Selain itu, mereka mengusulkan pembelian belasan mobil dinas untuk para pejabat dan puluhan sepeda motor.
Kalangan DPRD setempat menyatakan keberatan karena hal itu dianggap pemborosan. Apalagi pada saat yang bersamaan, RAPBD mencantumkan defisit sebesar Rp 5,347 miliar. Ada dugaan, niat Haryanto membelikan mobil dinas Toyota Avanza agar semua camat mendukungnya dalam pilkada tahun depan. Namun, Bupati Haryanto membantah tuduhan tersebut. "Kalau ada tudingan seperti itu, ya itu terserah pandangan orang tetapi yang jelas tidak ada untuk kampanye saya sedikit pun. Pengajuan anggaran pembelian kendaraan dinas itu semata-mata karena kebutuhan untuk menggantikan mobil dinas para camat yang saat ini sudah tidak layak lagi, karena banyak yang mogok," ujar Haryanto Wibowo.
Menurut bupati, untuk satu mobil Toyota Avanza dialokasikan dana Rp 65 juta, sehingga total untuk pembelian 26 mobil diperlukan dana sebesar Rp 1,69 miliar. Pengadaan mobil dinas bagi camat tersebut dilakukan setelah pihaknya sering mendapat keluhan dari para camat kalau mobil Suzuki Carry 1995 sudah sering mogok. "Mereka sering terlambat kalau diundang rapat karena mobilnya ngadat. Daripada kalau untuk perbaikan semakin boros, lebih baik kalau membeli baru," tukasnya.
Rancangan APBD ini mendapat reaksi keras dari kalangan parlemen. Anggota DPRD dari PAN, Burhan Purnomo menyatakan pengajuan pembelian mobil dinas tersebut merupakan tindakan yang sembrono mengingat besarnya anggaran dikhawatirkan akan mengganggu program pembangunan lainnya. Dia mengingatkan, tahun depan Klaten memiliki pekerjaan besar, pemilihan bupati, yang diperkirakan akan menyedot anggaran sekitar Rp 16 miliar.
"Seharusnya, biaya untuk pelayanan publik yang ditambah bukannya dengan membuat kebijakan pengadaan mobil dinas yang menghabiskan miliaran rupiah," kata Agus Murtana, anggota FPAN lainnya seraya menambahkan bahwa di dalam RAPBD 2005, direncanakan akan terjadi defisit Rp 5,347 miliar.
Berbeda dengan keterangan bupati, menurut Agus kondisi mobil dinas camat yang ada sekarang sebenarnya masih bagus. Hal yang sama dikemukakan anggota DPRD dari PKS, Nanang Masyukuri. "Kalau alasan pembelian Avanza itu adalah mobilitas, kan lebih baik bila yang lama itu dioptimalkan," tukasnya.
Imron Rosyid
i
| Dari Koleksi Foto TEMPO Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|