Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Tengah

Polisi Solo "Breidel" Pameran Instalasi Peringati Hari HAM
Jum'at, 10 Desember 2004 | 14:32 WIB

TEMPO Interaktif, Solo: Petugas kepolisian dari Polresta Solo mencopot sebuah karya instalasi seorang seniman Solo dalam pameran lukisan untuk memperingati hari hak asasi manusia sedunia di Galeri Balai Sudjatmoko, Jumat (10/12).

Seluruh perlengkapan instalasi yang berjudul "Tubuh Mati" karya Suryo Indratno dibawa aparat. Sedangkan pengelola galeri, Eko Bimo Sutopo, penyelenggara kegiatan G. Ayu dari Kucing Kota Studio serta Suryo Indratno diperiksa.

Menurut salah seorang petugas intel yang membawa Suryo, pihak kepolisian mempertanyakan izin penyelenggaraan pameran. "Kegiatan ini kan mengundang keramaian, seharusnya ada izin dari kepolisian. Mohon anda bersedia untuk ke Polres," kata seorang petugas intel kepada Suryo.

Sebelum membawa Suryo, polisi terlebih dahulu mencopoti karya yang menggambarkan mengenai ruwetnya sejarah kemanusian bangsa ini, khususnya pada 1960-an. Puluhan gambar berupa palu arit di atas kertas merah yang sebelumnya didisplai di dinding salah satu ruangan galeri diangkut. Demikian pula dengan penjelasan atas karya yang ditempel di tirai yang menutupi pintu ruangan. Gambar-gambar sketsa yang ditaruh di lantai, juga dibawa. Sebuah pesan "selain petugas di larang masuk" dan meja dipalangkan di pintu masuk ruang pameran.

Meski kepada Suryo yang dipermasalahkan soal perizinan, anehnya hanya satu karya Suryo yang dicopot. Sedangkan belasan karya lainnya dibiarkan.

Sebelum dibawa ke Polres, Suryo menduga polisi karyanya mempropagandakan komunis. "Saya ingin mengangkat persoalan ruwetnya sejarah di tahun 65. Makanya saya menggunakan media kertas kusut karena masalah ini sangat kusut bagi generasi seangkatan saya," kata dia.

"Tubuh Mati" merupakan salah satu karya Suryo yang dipamerkan dalam pameran "Selamatkan Solo dengan Kesenian". Pameran itu dibuka Kamis (9/12) malam kemarin. Selain Suryo, sejumlah perupa juga ikut menampilkan karya-karya yang bertemakan tentang kemanusiaan dan hak asasi manusia.

Kapolresta Solo, AKBP Lutfi Luhbianto yang menyatakan bahwa tindakan mencabut karya instalasi tersebut untuk menghindari timbulnya gejolak. Dia mengatakan masyarakat Solo masih sensitif terhadap simbol-simbol yang berbau komunis sekalipun dimaksudkan sebagai karya seni. "Kekhawatiran munculnya gejolak itu yang membuat polisi mengambil tindakan," kata Kapolres.

Menurut Kapolres, pihaknya belum bisa menetapkan status yang akan dikenakan terhadap penyelenggara pameran maupun si pemilik karya. Saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait yang memiliki tugas mengawasi organisasi terlarang untuk mengetahui motif di balik karya tersebut. "Kita periksa dulu lah, apa memang benar seperit itu karya seni," ujar Lutfi.

Imron Rosyid


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Nanti Malam Polri Seleksi Saksi Kasus Munir
Tim Investigasi Kasus Munir Polri : 31 Orang Sudah Diperiksa
Kapolri : Berkaitan Pelanggaran HAM di Bojong Kapolwil Bogor Akan Ditindak
Eggy Sudjana : SBY Melakukan Kejahatan Negara Terhadap Warganya
Isu Diracun, Akhirnya Terbukti
Tragedi Semanggi Jangan Dilupakan
Abilio Minta Kasus Tim Tim Diselesaikan Lewat KKR
Abilio Soares Tetap Lanjutkan Permohonan Ke MK
Pengamat Militer : Ada Post Authority Syndrom di TNI
Demo Hari Al-Quds
> selengkapnya...


Referensi

Komnas HAM dalam Tragedi Semanggi dan Trisakti
PEMBUNUHAN MASSAL DI AFDELING IV PT. BUMI FLORA ACEH TIMUR
PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DALAM PERADILAN HAM
UU RI No. 26 Tahun 2000 Tentang Pengadilan HAM
PP RI No.3 Thn 2002 Tentang Kompensasi ,Restitusi, Dan Rehabilitasi Terhadap Korban Pelanggaran HAM yang Berat
PP RI No.2 Thn 2002 Tentang Tata Cara Perlindungan Terhadap Korban Dan Saksi Dalam Pelanggaran HAM yang Berat
> selengkapnya...

Website

Imparsial
Wiranto


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data