|
Jawa Tengah
Antisipasi Banjir Pemkot Solo Siapkan 10.000 Karung Pasir
Rabu, 08 Desember 2004 | 15:22 WIB
TEMPO Interaktif, Solo: Untuk mengantisipasi terjadinya musibah banjir, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo telah menyiapkan sedikitnya 10.000 karung berisi pasir. Kantong-kantong pasir itu didrop ke daerah-daerah yang selama ini rawan banjir.
Menurut Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Pemkot Solo, Drs Rumdhani, karung itu sewaktu-waktu bisa digunakan untuk membuat tanggul air sementara, jika talud ambrol dan air masuk ke permukiman warga.
Banyaknya talud di beberapa sungai di Kota Solo yang jebol atau kondisinya terancam ambrol, lanjut Rumdhani, membuat masyarakat harus waspada sejak dini. Apalagi dalam beberapa hari terakhir Kota Solo diguyur hujan deras disertai angin, ungkap Rumdhani yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/12).
Adapun daerah-daerah yang paling rawan banjir adalah dua kecamatan yakni Kecamatan Pasar Kliwon dan Kecamatan Jebres. Pasalnya, dua wilayah kecamatan ini berada di pinggir Sungai Bengawan Solo. Dua kecamatan ini merupakan langganan banjir tiap tahunnya.
Jika air di Bengawan Solo sedang meninggi, air yang berasal dari dalam kota tidak bisa masuk ke sungai sehingga membuat genangan di beberapa pemukiman. Apabila kondisi itu terjadi, daerah yang paling parah karena genangan air adalah kawasan Sangkrah di Kecamatan Jebres.
Selain menyiapkan karung pasir penahan air, lanjut Rumdhani, Pemkot Solo juga menyediakan dua buah tenda pengungsian berkapasitas 100 orang, jika sewaktu-waktu musibah melanda. "Kami juga menyiagakan peralatan standar seperti pelampung, perahu karet serta obat-obatan jika sewaktu-waktu dibutuhkan, termasuk kesiapan dapur umum. Instansi terkait lainnya juga sudah kita lakukan koordinasi seperti Tim SAR UNS dan lainnya, tambah Rumdhani.
Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Solo juga menyiapkan pompa air yang tersebar di enam lokasi. Pompa tersebut akan dioperasikan jika air dari dalam kota tidak bisa melimpah keluar menuju Bengawan Solo, lantaran ketinggian di luar pintu melebihi yang di dalam.
"DPU akan menetapkan siaga I jika ketinggian air di pintu air Sungai Bengawan Solo pada elevasi 3,5 meter. Pada kondisi itu, air dari dalam kota sudah tak bisa keluar sehingga harus dipompa. Beberapa daerah yang berlokasi rendah dipastikan sudah tergenang meski belum tinggi, ujar Kasubdinas Drainase DPU, Ir Endah Sitaresmi.
Anas Syahirul--Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|