Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Panglima TNI : Saya masih Punya Harga Diri
Kamis, 02 Desember 2004 | 19:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Endriartono Sutarto menegaskan bahwa jabatan Panglima TNI yang hingga kini masih pegangnya merupakan keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan bukan atas kehendaknya sendiri. "Saya masih punya harga diri, makanya sejak tahun lalu saya minta regenerasi", ujarnya. Hal itu diungkapkan Endriartono dalam Rapat Kerja Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kamis siang tadi (2 Desember 2004) di Jakarta. .

Rapat itu dihadiri 22 dari 46 anggota komisi I, sedangkan Endriartono datang bersama 35 orang TNI dari tiga angkatan, TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Tak tampak ketegangan dalam rapat itu walau baru-baru ini sempat ada persoalan antara DPR, khususnya komisis I, dengan Panglima TNI. Ketegangan itu dipicu oleh penarikan surat No.R32/PRES/10/2004 tentang pergantian Panglima TNI oleh Presiden Susilo. Surat itu dikirim Megawati sebelum turun dari kursi presiden. Namun rapat siang tadi itu berjalan santai, sonder ketegangan.

Slamet Effendi Yusuf, anggota komisi I dari Frakis Partai Golkar menyatakan bahwa Endriartono sebaiknya memang sudah mundur karena masa jabatannya yang sekarang sudah diperpanjang. "Seperti lokomotif, jika proses lokomotif terdepan berhenti maka gerbong berikutnya juga stagnan." ujarnya. Menanggapi itu, Endriartono tersenyum sambil mengatakan bahwa dia ditunjuk bukan atas kehendaknya. "Saya lebih senang pensiun daripada sebagai panglima", ujarnya.

Endriartono juga menambahkan bahwa perwira tinggi TNI hanya boleh pensiun jika ada Keputusan Presiden (Keppres). "Jadi kalau belum turun Kepres, ya belum boleh pensiun", jelasnya.

Permadi, anggota komisi I dari Fraksi Demokrasi Indonesia Perjuangan sempat menanyakan pernyatan Endriartono dalam sebuah konfrensi pers yang menyatakan bahwa dia tidak pernah mengundurkan diri. Menanggapi itu, Endriartono mengaku sudah memberikan surat kepada Megawati mengenai regenerasi dalam tubuh TNI, tapi dia tidak mau menyebutkan apakah surat itu pengunduran diri atau tidak, karena kapasitasnya adalah surat rahasia. Namun dia merasa tidak berwenang untuk memutuskan dan hanya berkewajiban untuk mentaati apapun keputusan presiden. "Terserah pemegang otoritas sipil. Yang penting, saya sudah melaksanakan kewajiban memberi saran terbaik untuk TNI", tambahnya.

Permadi menambhakna bahwa surat yang dikirimkan oleh Megawati tidak bisa ditarik begitu saja, sehingga Komisi I merasa hanya perlu membahas surat pertama dari Megawati. Endriartono menjawab, bahwa keputusan Presiden Susilo menarik surat Megawati adalah untuk konsolidasi pemerintahan, bukan TNI. Sehingga, menurutnya, penundaan pergantian panglima memang perlu dilakukan.

Tristanty, Fraksi Partai Amanat Nasional berharap tidak ada dampak serius dari surat pengunduran diri Endriartono dan bisa segera selesai karena sebelumnya telah menjadi bulan-bulanan berita. "Mungkin DPR perlu buat Undang-Undang transisi pemerintah,” usul Tristanty.

Suliyanti -- Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Polisi Tambah Satu SSK di Poso
TNI Siap Lepas Yayasan Lebih Cepat
Panglima TNI: Penempatan TNI Dibawah Dephan Jangan Terburu-buru
Presiden Tak Izinkan Jenderal Ryamizard ke DPR
Panglima TNI Laporkan Kekayaannya
Panglima TNI Endriartono : Ryamizard Tak Bakal Datang ke DPR
Surat Presiden Megawati Bisa Ditarik Presiden Yudhoyono
Presiden Tidak Akan Hadiri Sidang Interpelasi DPR
Pimpinan DPR ke Istana Ketemu Presiden.
Kusnanto Anggoro : Presiden Tak Wajib Datang ke DPR
> selengkapnya...


Referensi

Jalan Panjang Pergantian Panglima TNI
Profil Endriartono Sutarto

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data