Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Tengah

Sahal Mahfudz: Jangan ada Faksionalisasi di Tubuh NU
Kamis, 02 Desember 2004 | 13:40 WIB

TEMPO Interaktif, Boyolali: Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Naghdlatul Ulama (PBNU), KH MA Sahal Mahfudz dalam khutban ikhtitam (pidato penutupan) Muktamar NU ke-31, meminta agar faksi-faksi yang sempat muncul selama Muktamar berlangsung hendaknya segera diakhiri. "Jangan ada lagi faksionalisasi dan upaya faksionalisasi NU ke depan," tegasnya.

Sahal juga menegaskan, pimpinan PBNU yang baru, berjanji akan segera konsolidasi organisasi untuk kembali mengukuhkan ikatan persatuan dan persaudaraan yang muncul dalam Muktamar dengan cara merangkul semua pihak yang saling berhadapan. "Hal ini bukan hanya untuk merajut jalinan persahabatan yang sempat terkoyak, tetapi juga karena beban berat yang telah diamanatkan muktamar," katanya.

Muktamar yang berlangsung sejak 28 November tersebut ditutup resmi oleh Wakil Presiden M Jusuf Kalla, Kamis (2/12) pagi. Hadir dalam penutupan antara lain Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid serta beberapa perwakilan dari Negara sahabat.

Dalam bagian lain pidatonya, Sahal juga meminta kepada seluruh warga nahdliyin agar menyikapi seluruh dinamika yang muncul dalam arena Muktamar, sebagai dinamika yang wajar, sekaligus sebagai rahmat bagi kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengakui setiap bangsa selalu punya masalah. "Namun bangsa kita yang juga didera banyak masalah, ternyata masih mampu bekerja dengan meningkatkan perekomian hingga 4 persen. Itu hasil dari sebuah kerja keras. Oleh karena itu apapun perbedaannya kita tetap harus bersatu," ujarnya.

"Sebagai bangsa yang mayoritas umat Islam, maka maju mundurnya bangsa ini juga terpengaruh maju mundurnya umat Islam yang mayoritas juga warga NU," tutur Jusuf Kalla.

Sohirin - Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Para Kiai Amanatkan Gus Dur Bentuk "NU Baru"
Penutupan Muktamar NU Sepi
Masdar Masudi: Jika Benar Ada Politik Uang, Itu Skandal
Hasyim Muzadi Mengajak Warga NU Melupakan Pertikaian
Hasyim Muzadi Menang Telak
Pimpin Kembali NU, Kiai Sahal Ajukan Syarat Politis
Asrama Haji Donohudan Dipenuhi Massa
Gus Dur Blacklist 10 Pengurus NU
29 Kiai Sepuh Dorong Gus Dur Buat NU Tandingan
NU Akan Lepas Partai Kebangkitan Bangsa
> selengkapnya...


Referensi

Laporan Penelusuran Penyumbang “Bermasalah ”

Website

Muslimat NU
NU Online


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data