|
Jawa Tengah
DPR Desak Agar Dibentuk Tim Selidiki Kecelakaan Lion
Rabu, 01 Desember 2004 | 17:55 WIB
TEMPO Interaktif, Solo: DPR RI mendesak dibentuk tim investigasi independen untuk menyelidiki terjadi kecelakaan pesawat Lion Air JT-0538 yang menyebabkan korban meninggal sedikitnya 26 orang dan seratusan lainnya luka berat dan ringan. Tim investigasi ini diharapkan bisa menemukan sebab-sebab terjadinya kecelakaan.
Desakan itu disampaikan Wakil Pimpinan DPR RI, Zaenal Ma?arif beserta rombongan dari Komisi V saat mengunjungi lokasi kejadian dan sejumlah rumah sakit tempat para korban kecelakaan dirawat. "Ini musibah yang cukup memilukan. Pemerintah harus membentuk tim investigasi independen untuk menyelidiki kecelakaan ini," ujar Zaenal, Rabu (1/12).
Dikatakan Zaenal, kecelakaan ini memang merupakan musibah yang harus diterima dengan tabah. Namun ke depan harus dicari pelajaran mengapa peristiwa ini bisa terjadi. "Kita tidak perlu saling menyalahkan, tapi harus dicari penyebabnya agar kejadian serupa di kemudian hari tidak terulang. Apakah itu karena faktor cuaca, kerusakan pesawat atau karena kesalahan manusia, semuanya harus diungkap," papar Zaenal.
Ia meminta tim investigasi ini tidak perlu menyembunyikan hasil temuan penyelidikan di lapangan. Karena semuanya akan dijadikan pelajaran agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. "Selain faktor cuaca, apakah pesawat yang dipakai tidak ada masalah. Begitu pula bagaimana dengan kesiapan dan kondisi pilotnya sebelum terbang, semuanya harus ada investigasi," tambahnya.
Untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang sama, Zaenal juga meminta ada pemeriksaan pesawat secara berkala oleh tim independen. Apalagi, akhir-akhir ini beberapa kali terjadi kecelakaan di sejumlah bandara di Indonesia.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V, Ahmad Muqowi akan mengagendakan rapat dengan Menteri Perhubungan, instansi transportasi seperti Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) serta lembaga terkait dengan kecelakaan pesawat ini. Rapat akan membahas secara khusus terjadinya kecelakaan yang menewaskan banyak penumpang. "Secepatnya akan kita agendakan," paparnya.
Lebih jauh, untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa Ahmad Muqowi mendesak agar ada proses pengkajian menyeluruh terhadap kesiapan dan kelayakan pesawat. Langkah itu dilakukan karena persaingan penerbangan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini cukup ketat.
"Jangan sampai persaingan itu kemudian berimplikasi negatif pada konsumen. Keselamatan penumpang tetap harus dimomorsatukan. Sebab musibah pesawat akhir-akhri ini sering terjadi. Ini membahayakan," tandas Muqowi.
Rombongan DPR RI juga menyempatkan melihat dua jenazah penumpang yang masih ada di kamar jenazah Rumah Sakit Yarsis Solo. Kedua jenazah tersebut adalah Agata, 10 bulan dan Ny Baren Beloh Sembiring. Secara khusus rombongan DPR ini juga menyatakan rasa duka mendalam kepada Yusuf Muhammad, kolega mereka di lembaga legilastif maupun kepada para korban lainnya.
Anas Syahirul - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|