Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Abrasi Pantai Di Pandeglang Makin Parah
Selasa, 30 November 2004 | 17:25 WIB

TEMPO Interaktif, Banten/b>:
Kondisi pantai di kawasan selatan Kabupaten Pandeglang, Banten, semakin parah dan mengkhawatirkan. Dalam dua tahun terakhir, abrasi (pengikisan) pantai sudah mencapai 30 - 40 meter dari garis pantai.

Berdasarkan pantauan Tempo, abrasi paling parah terjadi di sepanjang pantai Panimbang hingga kawasan wisata Tanjung Lesung. Abrasi telah menyusutkan lebar pantai hingga tinggal beberapa meter saja. Di Desa Panimbang dan Desa Citeurup, penduduk membuat tanggul batu kali atau menempatkan kantung-kantung pasir, guna menghadang gerak maju air laut.

Jarak bibir pantai dengan jalan jalan raya tidak sampai lima meter, sehingga bila pasang tiba, jalan raya tergenang, kendaraan yang sedang melintas di kawasan itu terpaksa berjalan merayap. Untuk mengingatkan pengguna jalan di kawasan itu dipasang beberapa papan peringatan yang bertuliskan,"Hati-hati Jalan Akan Runtuh karena Abrasi."

Sejumlah warga di Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang mengeluhkan hilangnya pohon-pohon kelapa dan sebagian ruas jalan karena tergerus ombak. "Ini sangat mengkhawatirkan, tapi Pemerintah Kabupaten Pandeglang, kok tutup mata terhadap kondisi ini,' ujar Saepudin, warga Panimbang, Selasa (30/11).

Warga di Desa Panimbang juga mengungkapkan, dulu jarak antara tepi laut dan jalan raya sekitar 100 meter. Akibat abrasi, jarak dengan tepi laut hanya tinggal beberapa meter dari jalan raya, sehingga jika laut sedang pasang kendaraan terpaksa harus jalan merayap karena jalan digenangi air.

"Abrasi di sini terjadi dengan cepat, terutama sejak dua tahun terakhir. Dalam kurun waktu tersebut, di kawasan Panimbang pohon-pohon kelapa tersapu ombak, bahkan lapangan bola tempat bermain warga terendam hingga menjadi laut," ujar seorang warga Desa Panimbang.

Ancaman abrasi pada jalur pantai selatan wilayah Kabupaten Pandeglang Banten juga terlihat di Pantai Laba, Desa Labuan, Kecamatan Labuan. Tunggul pohon kelapa yang diterjang ombak terlihat berserakan. Tempat yang dulu digunakan untuk lapangan sepak bola, saat ini sudah masuk wilayah pasang-surut dan dimanfaatkan untuk menambatkan kapal-kapal nelayan.

"Penduduk yang tadinya tinggal sekitar 50 meter ke arah laut dari garis pantai sekarang membangun rumah ke arah darat. Karena takut satu saat disapu ombak," ujar seorang penduduk di Desa Labuan.

Menurut warga, abrasi pantai itu terjadi sejak lima tahun terakhir. Mereka mengaku, tidak tahu persis penyebab abrasi, tetapi mereka mencoba menghubungkannya dengan kegiatan penggalian pasir dan pengangkatan karang di kawasan sekitarnya.

Faidil Akbar--Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Semarang Waspada Luapan Sungai
Tangerang Siaga Banjir
Walau Hujan Terus, Tinggi Air Masih Aman
Batu Siaga I Banjir dan Tanah Longsor
11 Lokasi di Kota Malang Rawan Banjir
Tiga Rumah Hancur Tertimpa Longsoran Plengsengan
Banjir Landa Kebumen dan Banyumas
Akibat Banjir Bandang, Ratusan Warga Kehilangan Tempat Tinggal
Cianjur Diterjang Banjir Bandang
Walhi Minta Depkeu Hentikan Kucuran Dana Ladia Galaska
> selengkapnya...


Referensi

Sistem Pengendali Banjir Jakarta
Peta Banjir Jakarta (dalam sentimeter)
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi

Website

Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (PPWSCC)
Departemen Sosial
Situs INFORM


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Pembobol Dana BNI Radio Dalam Dicokok
Hasil Undian Liga Champions
Harga Rumah di Inggris Turun Tercepat dalam 18 tahun  
Harga Rumah di Inggris Turun Tercepat dalam 18 tahun
Kompolnas Belum Beri Pertimbangan pada Presiden

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data