Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Tengah

Pidato LPJ Hasyim Muzadi Disambut Unjuk Rasa
Senin, 29 November 2004 | 12:24 WIB

TEMPO Interaktif, Boyolali: Pidato pertanggungjawaban Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi disambut unjukrasa, Senin (29/11). Sekitar 50 orang yang menamakan diri Forum Bersama warga Nahdliyin menggelar aksi di pintu gerbang arena muktamar NU ke-31 di asrama haji Donohudan. Namun rombongan pengunjuk rasa itu dihadang aparat kepolisian dan Banser. Mereka tidak bisa masuk ke arena muktamar dan tertahan di pintu gerbang asrama haji.

Dalam unjuk rasa itu, Forum Bersama Warga Nahdliyin berasal dari Lampung, Yogyakarta, NTB, Semarang dan beberapa daerah lainnya, mempertanyakan kinerja PBNU dalam memperjuangkan nasib warga NU yang berprofesi sebagai petani, nelayan dan warga pinggiran lainnya.

Pengunjuk rasa juga mempertanyakan transparansi keuangan dalam Mukmatar NU ke 31. Menurut mereka, Muktamar NU di Donohudan dinilai sangat mewah. Untuk pembangunan panggungnya saja, kata mereka, menghabiskan dana tidak kurang dari Rp 300 juta, belum termasuk sewa gedung, makan dan sebagainya.

"Meski biayanya sangat mahal, tapi kita tidak tahu bagaimana transparansi keuangan dalam muktamar ini. BIaya mahal itu juga tidak sebanding dengan pelaksanaan Mukmatar yang belum kelihatan hasilnya," kata koordinator aksi, Anggi Haryono.

Dipertanyakan juga masalah keuangan PBNU periode 1999-2004. Dalam laporan PBNU, kas pemasukan tercatat Rp 8,9 miliar dengan sebagian besar pemasukan berasal dari sumbangan Ketua Umum sebesar Rp 4,7 miliar dan sumbangan bendahara PBNU Rp 3,3 miliar. Mereka mempertanyakan alokasi keuangan tersebut yang dinilai tidak menyentuh kebutuhan warga bawah.

Menurut mereka, laporan kas pemasukan yang sangat besar itu tidak jelas dan tidak sesuai dengan kenyataan. Pasalnya, pada Juli 2004 lalu arus listrik di kantor PBNU diputus PLN gara-gara belum membayar pajak listrik selama tiga bulan.

Para pengunjuk rasa juga sempat menggelar happening art yang menggambarkan ketertindasan kaum petani. Sebelumnya mereka berjalan kaki dari sektretariat NU Crisis Center menuju asrama haji Donohudan yang jaraknya sekitar 110 meter.

Syaiful Amin - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pembacaan LPJ Hasyim Muzadi Mendadak Maju
Kaum Muda NU Tolak Politisasi Muktamar
Para Kiai Sepuh Kirim Utusan Temui Tiga Tokoh NU
Sore Ini, Hasyim Muzadi Bacakan LPJ
Pembahasan Tata Tertib Alot
Ulil: Muktamar Harus Telurkan Ketentuan Tegas Soal Rangkap Jabatan
Kubu Hasyim Muzadi Tak Gentar, Walau Gus Dur Didukung Kiai Sepuh
Mimbar Bebas dan Istighosah Buat Yang Terpinggirkan.
Kiai Sepuh Setuju Gus Dur Jadi Rois AM
Gus Dur Bertemu 20 Kiai Sepuh Secara Tertutup
> selengkapnya...


Website

NU Online


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Pemerintah AS Ambil Alih Manajemen Fannie Mae dan Freddie Mac
Capello Belum Puas dengan Cole
Daya Beli Petani Nusa Tenggara Barat Anjlok
Paraguay Kokoh di Puncak, Argentina Puas
Gempa 5,3 SR Landa Laut Maluku  

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data