|
Jawa Tengah
Gus Dur Protes Tidak Diundak Rapat Terakhir NU
Minggu, 28 November 2004 | 14:40 WIB
TEMPO Interaktif, Solo: Mantan Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid, memprotes PBNU. Pasalnya dia sebagai Mustasyar PBNU tak pernah diundang dalam rapat PBNU termasuk rapat terakhir PBNU di Hotel Dwiagung, Sabtu (27/11) malam. "Mereka kumpul sidang kok saya tak diundang. Saya tak pernah dapat undangan rapat," kata Gus Dur saat jumpa pers bersama wartawan di Hotel Lor In, Solo, Minggu (28/11).
Gus Dur juga memprotes perlakukan PBNU terhadap sejumlah kiai yang tak dapat undangan muktamar. Rombongan Gus Dur bersama sejumlah kiai sepuh berangkat ke arena Muktamar NU ke 31 di Asrama Haji Donohudan, Solo, Minggu (28/11) dengan jalan kaki sekitar 1 kilometer. Gus Dur didamping istrinya Shinta Nuriyah serta para kiai diantaranya KH Abdullah Abbas (Buntet), KH Muhaimanan Gunardo (Tarakan), KH Mas Subadar (Pasuruan).
Ada juga KH Soleh Qosyim, KH Khotib Umar, KH Ahmad Sofyan, KH Azis Amim (Wakil Rois Aam PBNU), Arifin Junaidi, Amirullah Muchtar (DPP PKB).
Bahkan menurut Fathurrosjid, Ketua DPRD Jatim yang ikut rombongan, Ny Shinta nyaris ditabrak bus rombongan presiden yang melintas saat Gus Dur jalan kaki. "Kasihan Gus Dur jalan kaki lumayan jauh. Mobilnya gak bisa masuk," kata Fathur.
Sesampainya di arena muktamar rombongan Gus Dur, bukan malah duduk di kursi depan, tapi duduk di kursi paling belakang. Namun kedatangan Gus Dur dan para kiai sepuh yang tak mendapat undangan itu menjadi perhatian peserta muktamar. "Hidup Gus Dur," teriak seorang peserta muktamar sambil berdiri menyambut kedatangan Gus Dur. Ratusan muktamirin berebutan salaman dengan Gus Dur dan para kiai. "Saya datang sedianya bersama kiai-kiai yang tak diundang," kata Gus Dur saat jumpa pers di Hotel Lor In seusai acara.
Seusai pembukaan, Gus Dur dan rombongan disambut solawat oleh hampir seluruh peserta muktamar. Mereka berebutan mendekati Gus Dur untuk bersalaman. Peserta muktamirin yang menyemut itu ada berteriak "Hidup Gus Dur, Hidup Gus Dur,". Untungnya Banser segera memasukkan Gus Dur ke dalam mobil. Mobil yang ditumpangi Gus Dur bergerak keluar arena diiringi salawat badar.
Adi Mawardi - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|