|
Nusa
Jenazah Korban Tabrakan Maut Dimakamkan Besok
Sabtu, 27 November 2004 | 23:56 WIB
TEMPO Interaktif, Tegal:Jenazah korban tabrakan maut antara kereta Kamandanu dan mobil Kijang di Tegal akan dimakamkan besok.
Menurut Rowidi, perangkat Desa Ketileng, Kecamatan Kramat Tegal, yang mewakili pihak keluarga, belum ada kepastian mengenai tempat pemakaman para korban. Pasalnya, jumlah korban yang banyak akan membutuhkan lahan yang luas.
“Soalnya ini kan keluarga dan kematiannya bukan kematian biasa. Sehingga kami ingin mereka di kubur dalam satu area pemakaman dan saling berdekatan, sementara pemakaman di desa kami tidak cukup untuk itu,” ujar Rowidi.
Namun, rencananya pemakaman akan tetap dilakukan besok pagi dengan dihadiri bupati Tegal Agus Suyanto. Sampai pukul 22.45 WIB, sepuluh dari sebelas jenazah korban tabrakan masih berada di ruang mayat RSI Texin Tegal.
Baru satu orang yang dbawa pulang oleh keluarganya ke rumah yakni Siti Subarkah (22 tahun) warga Desa Padaharja Kecamatan Kramat Tegal.
Para korban yang meninggal dunia adalah Salmi (70 tahun) beserta kedua anaknya Sobirin (50 tahun) dan Rosidah (44 tahun). Korban lain adalah Ropiah (45 tahun) istri Sobirin dan Mami (24 tahun), Wiwin (17 tahun), dan Aziz (14 tahun) ketiganya adalah anak Ropiah dan Sobirin. Andika (3 tahun) anak Mami. Sumaroh (32 tahun) anak Rosidah dan Umi (2 tahun) anak Sumaroh.
Kesepuluh korban tersebut adalah warga Desa Ketileng Kecamatan Kramat Tegal. Sedangkan satu korban luka parah adalah Triana (22 tahun) yang saat ini masih dalam perawatan intensif di Ruang Mawar II. Triana adalah anak Sobirin dan Ropiah.
Kondisi korban meninggal tersebut sangat mengenaskan. Sebagian besar tubuh korban tercerai berai bercampur dengan stop map wisuda, gaun wisuda, dan barang-barang yang lain. Serpihan tubuh para korban juga tercecer di sepanjang rel tempat kejadian. Korban paling parah adalah Sobirin. Kepalanya hancur dan badannya terpisah-pisah.
Sementara Triana, satu-satunya korban yang masih hidup masih tidak sadarkan diri dengan luka-luka di bagian kepala belakang, lengan kiri sobek, dan bagian punggung memar-memar.
Peristiwa nahas itu terjadi setelah rombongan ini menghadiri acara wisuda Triana dan Siti Subarkah. Keduanya adalah mahasiswi Akademi Perawat (Akper) Bhakti Mandala Husada di Slawi.
Saat kejadian rombongan hendak mengantarkan Siti Subarkah ke rumahnya dahulu baru baru pulang ke Ketileng.Tetapi, ketika sedang melintas di perlintasan kereta api Padaharja yang tidak berpalang pintu itu, mobil sewaan tersebut disambar oleh kereta api yang datang dari arah barat hingga terseret sekitar 50 meter ke arah ke timur dan kemudian terjungkal di sebelah kiri rel dengan kondisi ringsek berat.
Malam ini juga pihak Jasa Raharja langsung melakukan inventarisasi para korban. Petugas Jasa Raharja Susanto yang ditemui di RSI Texin menyatakan pihaknya akan memberikan santunan sebesar 10 juta bagi masing-masing korban meninggal dan 5 juta bagi korban luka berat. (Ari Aji HS)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|