Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa

Sultan Cirebon Protes Eksplorasi Harta Karun
Kamis, 25 November 2004 | 16:47 WIB

TEMPO Interaktif, Cirebon:Sultan Kanoman XII Sultan Raja Muhammad Emiruddin memprotes Departemen Kelautan dan Perikanan dan PT Paradigma Putra Sejahtera yang mengambil harta karun di 60 mil dari pantai utara Cirebon. ?Setahu saya wilayah tersebut masih merupakan bagian dari perairan Kabupaten Cirebon. Tetapi kenapa pemerintah daerah tidak ikut dilibatkan?? tanya Sultan Emiruddin, Kamis (25/11).

Menurut Sultan, sesuai otonomi daerah, pengambilan atau eksplorasi harta karun yang berasal dari kapal India, Cina, Melayu dan Belanda yang karam harus melibatkan pemerintah daerah. Selain itu, berdasarkan sejarah, kapal-kapal yang karam tersebut sebenarnya akan berlabuh menuju pelabuhan Muara Jati Cirebon, namun dikarenakan ombak yang sangat besar saat itu akhirnya karam. ?Sejarah ini dapat dibuktikan kebenarannya mengingat jarak kapal yang karam tersebut lebih dekat dengan perairan Cirebon yang dulunya dikenal sebagai pelabuhan perdagangan internasional dibandingkan dengan daerah lainnya.?.

Karenanya Sultan meminta pemerintah pusat maupun PT Paradigma yang ditunjuk mengeksplorasi harta karun di perairan pantura Cirebon untuk melibatkan pemerintahan daerah. ?Mengingat harta karun tersebut juga dapat dikatakan merupakan harta karun milik rakyat Cirebon,? katanya.

Tuntutan senada diungkapkan M. Kartani, seorang sejarawan di Cirebon. Dijelaskan, sejarah membuktikan kapal-kapal tersebut dalam perjalanan ke pelabuhan Muara Jati, Cirebon, yang saat itu dikenal sebagai pelabuhan perdagangan internasional, Berdasarkan sejarah, kapal-kapal yang membawa berbagai macam keramik dan benda berharga tersebut selain akan melakukan perdagangan di daerah Cirebon juga akan memberikan semacam barang bawaan kepada Sultan Cirebon. ?Sebagai salah satu syarat menjalin kerja sama dan persahabatan antar kerajaan pada zaman dahulu,? katanya.

Sehingga menurut Kartani, sangat wajar jika dalam hal ini rakyat Cirebon meminta agar pemerintah pusat melibatkan Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk pengambilan harta karun di perairan pantura Cirebon.

Direktur Polairud Polda Jabar, AKBP Abdul Gofur mengatakan permasalahan harta karun itu jadi urusan pemerintah pusat. ?Saya sama sekali tidak terlibat dan tidak tahu-menahu mengenai eksplorasi ini,? katanya. Gofur sendiri enggan berkomentar lebih banyak mengenai permasalahan ini dan menegaskan bahwa wewenang sepenuhnya ada di pemerintah pusat, bukan pada dirinya.

Ivansyah ? Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data