|
Jawa Timur
Dahlan Iskan Mundur Sebagai Dirut PT Panca Wira
Rabu, 24 November 2004 | 13:22 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya: Direktur Utama PT Panca Wira Usaha Jatim Dahlan Iskan langsung menyatakan mundur, karena merasa bertanggungjawab atas batalnya ujian penerimaan calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Jawa Timur akibat keterlambatan penyelesaian pencetakan naskah ujian. "Sebagai konsekuensi dan pertanggungjawaban atas kesalahan yang dilakukan pihak percetakan, maka saya dan juga para direksi PT Percetakan "Puri" menyatakan mengundurkan diri," kata Dahlan Iskan di dalam keterangan persnya kepada wartawan di Percetakan "Puri", kawasan Tanjung Anom, Surabaya, Rabu (24/11) siang.
Dahlan, yang selama ini dikenal sebagai CEO Grup Jawa Pos, menduduki jabatan sebagai Dirut PT Panca Wira Usaha (PWU)Jatim sejak lima tahun lalu. Perusahaan ini dibentuk pada 1999 untuk menyatukan 55 badan usaha milik Pemerintah Provinsi Jatim yang selama ini merugi. Lima tahun lalu, Dahlan menyatakan menerima sebagai Dirut Wira Grup, --begitu ia menyebut PT Panca Wira Usaha Jatim--, dengan syarat bahwa dirinya sama sekali tidak menerima gaji selama menjadi direktur utama.
Menurut Dahlan, penyebab keterlambatan penyelesaian penggandaan soal ujian CPNS karena manajemen salah menghitung serta mengatur item dan varian naskah-naskah yang dicetak. "Naskah ujian CPNS kali ini kan berbeda dengan ujian CPNS di masa lalu. Persoalan seperti ini harusnya sudah disadari, baik soal dan itemnya jauh berbeda," kata Dahlan yang siang itu tampak lusuh dengan kemeja berwarna biru kotak-kotak dan terbungkus jaket parasit biru gelap berlogo AC Nielsen.
Selain itu, Dahlan beralasan lambatnya penyelesaian soal ujian CPNS karena terkendala libur Lebaran. "Manajemen Puri melakukan kesalahan dalam pengaturan libur Hari Raya. Meski sudah ada beberapa orang yang tetap ditugaskan bekerja, ternyata masih kurang juga," sesalnya.
Dahlan mengakui, sikap pengunduran diri sebagai bentuk pertanggungjawaban moralnya itu sama sekali tidak memadai bila dibandingkan dengan kekecewaan dan kerugian yang dialami para perserta ujian CPNS. "Pengunduran diri ini juga tidak ada artinya sama sekali bila dinilai dengan nama baik Provinsi Jawa Timur yang selama ini kerap mendapat penghargaan di tingkat nasional," katanya.
Namun, saat ditanya mengenai besar nilai proyek pencetakan soal ujian ini, Dahlan mengaku dirinya tak tahu detail. "Kami tidak mengetahui nilai proyeknya, karena pencetakan soal ujian ini sifatnya merupakan order langsung. Begitu ada permintaan langsung dicetak," katanya. Ia hanya mengisyaratkan, besaran proyek pencetakan soal ujian CPNS ini dalam nominal ratusan juta rupiah.
Sebagai pimpinan kelompok usaha yang salah satunya membawahi percetakan Puri, Dahlan menyayangkan kejadian ini. Apalagi, ia mengakui selama ini kinerja PT Puri tergolong sangat berprestasi. "Kalau dulu utang, kini sudah tidak. Kalau dua tahun lalu mesinnya peninggalan zaman Belanda, kini sudah banyak membeli peralatan baru," ungkapnya.
Dahlan mengaku dirinya tak berpikir akan mengakhiri jabatannya Direktur Utama PT Panca Wira Usaha Jatim tahun ini dalam kondisi tragis seperti ini. "Saya juga tak membayangkan koq ya akan kena masalah ini, menjelang selesainya masa jabatan saya akhir tahun ini. Sangat tidak memadai dengan pengabdidan yang sudah saya lakukan selama lima tahun terakhir. Ya, memang sudah nasib saya," katanya.
Dalam upaya penyelesaian perkara ini, Dahlan berprinsip, pihaknya akan membereskan persoalan pencetakan soal menjelang ujian tunda pada 1 Desember nanti. "Kalau itu sudah selesai, baru kami akan membuat pertanggungjawaban dan mengundurkan diri," katanya. Namun, ia meminta agar pengunduran diri ini diberlakukan secara adil, yakni hanya kepada direksi yang berkaitan langsung dengan persoalan ini. "Yang tidak terkait, seperti direktur keuangan, ya jangan dihukum," harapnya.
Kepada Tempo seusai jumpa pers, Dahlan mengaku dirinya tak datang ke percetakan Puri pada hari-hari dilaksanakannya proyek pencetakan soal ujian CPNS. "Harus dipahami, PT Puri ini sudah berkembang menjadi perusahaan mandiri. Jadi, tak harus saya kontrol terus-menerus," katanya.
Ia menegaskan, meski soal ujian yang baru nanti akan dicetak di tempat lain, PT Puri akan menanggung seluruh biaya pencetakan soal yang baru itu.
Untuk diketahui, ujian CPNS di seluruh Jatim tahun ini, diikuti 196 ribu peserta dan yang diterima hanya 10.500 orang.
Jojo Raharjo - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|