|
Mogok Belajar
Kepala SMA 1 Solo Dicopot
Selasa, 23 November 2004 | 15:05 WIB
TEMPO Interaktif, Solo:Setelah selama dua hari berturut seribuan siswa di SMA Negeri 1 Solo mogok belajar, Dinas Pendidikan dan Olah raga (Dispora) Kota Solo berjanji mencopot Kepala Sekolah, Tatik Sutarti Suryo.
Keputusan untuk mengganti Tatik Sutarti tersebut disampaikan langsung Kepala Dispora Kuswanto saat berdialog dengan para pelajar dan guru yang melakukan demonstrasi di halaman sekolahan. "Dari pemeriksaan yang dilakukan Dispora sudah cukup bukti untuk mengganti Kepala Sekolah SMA 1, mengenai kapan pergantian dan siapa penggantinya merupakan wewenang walikota," ujar Kuswanto, Selasa (23/11)
Seusai berdialog dengan para siswa dan guru, Kuswanto menjelaskan bahwa dari pemeriksaan yang dilakukan Dispora, Tatik terbukti melakukan sejumlah kesalahan administrasi manajemen. Sejumlah bukti itu diantaranya adalah selama dua tahun menjabat sebagai Kepala SMA 1, Tatik belum pernah melakukan supervisi sehingga monitoring evaluasi kegiatan belajar mengajar di sekolah favorit di Kota Solo tersebut kurang berjalan.
Selain itu, Kuswanto juga menyebutkan bahwa Tatik tidak menunjukkan kepemimpinan karena sering bicara kasar, sewenang-wenang mengganti wali kelas dan komite sekolah. Tatik juga dianggap sering terlambat masuk kantor. "Bahkan bu Tatik juga melakukan eksploitasi terhadap siswa misalnya saja ketika para siswa berjuang keras membuat website sekolah, dia mengklaim sebagai pekerjaannya padahal menurut para siswa, Bu Tatik sama sekali tak peduli," ujar Kuswanto.
Sementara dalam tuntutannya, para siswa menuding kepala sekolah mereka itu tidak bisa memberikan contoh keteladanan bagi guru dan siswa. Tatik juga dinilai terlalu banyak tugas di luar sekolah dan perangkapan jabatan di instansi lain, sehingga kurang konsentrasi dengan kegiatan SMA 1. Sebab dia juga menjabat sebagai sekretaris PGRI Surakarta, pelaksana pendidikan di Kawasan Timur Indonesia, juga mendirikan Akademi Perawat di Karanganyar.
Kasus lain yang jadi sorotan para siswa, adalah masalah transparansi dana diantaranya adalah pengadaan komputer.
"Untuk audit keuangan, yang melakukan Bawasda. Hasilnya nanti akan disatukan dengan rekomendasi dari Dispora dan diserahkan kepada walikota. Yang pasti, Bu Tatik tidak lagi di SMA 1," kata Kuswanto.
Menanggapi pencopotannya, Tatik mengaku belum mengetahuinya. Dia menyatakan baru akan bersikap setelah mendapatkan surat tertulis dari Dispora. Meski demikian, Tatik mengaku tidak masalah apabila dirinya dipindahtugaskan. Selain itu, dia juga merasa telah bersikap transpraran meski diakuinya adalah sejumlah miskomunikasi dengan sejumlah guru. "Sebagai PNS saya siap ditempatkan dimana pun. Saya sudah 10 tahun menjadi kepala sekolah, saya merasa ada pihak yang mempolitisir sehingga muncul demo itu,"katanya.
Menurut Tatik, dirinya sudah memberikan penjelasan kepada Dispora perihal tudingan para siswa dan guru SMA 1. Sepanjang yang dia ketahui, tidak ada uang yang disimpangkan. Dia pun menyatakan siap untuk mempertangungjawabkan seluruh penggunaan anggaran sekolah. "Saya sudah sampaikan semuanya dan sampai hari ini saya belum dipanggil lagi atau menerima surat resmi kalau saya mau diganti,"ujarnya.
Mendapat janji dari Kadispora bahwa Tatik akan segera diganti, para pelajar dan guru SMA 1 langsung bertepuk tangan dan mengakhiri aksi unjuk rasa yang mereka lakukan sejak pukul 07.00 WIB. Sementara itu Kepala Bawasda Solo, Mulyanto mengatakan bahwa audit keuangan SMA 1 baru dapat diselesaikan Rabu (24/11) besok. "Ada beberapa pos yang dicermati, sampai sekarang belum selesai," katanya.
Imron Rosyid
INDEKS BERITA LAINNYA :
|