Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Tenaga Kerja

Putus Komunikasi, Keluarga Minta Hariani Dipulangkan
Selasa, 23 November 2004 | 11:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jember:Mariani, 50 tahun, warga Dusun Krajan, Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong Kabupaten Jember, Jawa Timur meminta bantuan pemerintah memulangkan anaknya, Hariani binti Wagino, 30 tahun, dari Arab Saudi.

Hariani, bekerja pada Muhammad Abdul Karim Al Zahrani yang tinggal di Riyadh, ibukota Saudi Arabia. Wanita kelahiran 10 Juli 1974 itu berangkat melalui PT Bumenjaya Duta Putra, perusahaan pengerah tenaga kerja yang berkantor di kawasan Condet, Jakarta Timur.
Sejak 13 bulan tak ada hubungan komunikasi dengan keluarganya di Jember. Biasanya ibu yang memiliki anak berusia 5 tahun itu sering menelpon dan mengirimi uang. "Kami menduga ada yang tidak beres dengan anak saya di Saudi,"kata Mariani ibu Hariani.

Komunikasi terakhir dengan Hariani pada Nopember
tahun silam. Saat itu, menurut Mariani, anaknya mengeluh baru saja ditampar sandal oleh keluarga majikannya. "Setelah itu dia tidak pernah
telepon lagi. Ketika saya kontak ke nomor telepon rumahnya bahkan ke ponsel majikannya, tidak pernah lagi sambung dengan Hariani,"ujar Mariani yang melaporkan masalah itu ke Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember, Selasa (23/11) pagi. Sebelumnya, beberapa kali Hariani
juga telepon ke rumahnya di Kencong, Jember, karena mendapat perlakuan kasar dari majikannya.

Lima bulan lalu keluarga berusaha menghubungi Dinas tenaga kerja di Jember namun, tak ada hasil. Belakangan pada Oktober lalu Dinas Tenaga Kerja mengirim surat ke Kedutaan Besar Indonesia di ArabSaudi. Namun, respon balik justru datang dari agen penyalur tenaga kerja yang
berdomisili di Riyadh, Jamal Almofawaz Manpower Recruitment Service.

Dalam surat balasan kepada Mariani, Agen tersebut, menuliskan surat dalam bahasa Arab yang disertai terjemahan bahasa Indonesia dengan tulisan tangan.
Isinya menerangkan Agen Jamal Amofawaz telah menghubungi Muhammad Abdul Karim Al Zahrani, majikan
Hariani. Muhammad Abdul Karim menyatakan kepada agen itu bahwa Hariani telah menerima gaji yang dimaksud.

Gaji tersebut, menurut Jamal Almofawaz akan dikirim sebagian ke Jember dan menitipkan sisanya ke majikan.
Soal komunikasi, Hariani disebutkan bisa-bisa saja mengirim surat bila mau. Namun, Hariani belum minta dikirimi atau mengirimi surat. Jamal Almofawaz juga mengabarkan tidak ada masalah antara TKW dan majikan.

Cuma dalam surat itu disebutkan kondisi psikologis Hariani sedang goyah atau limbung ketika menerima telepon dari keluarganya di Jember. Ia selalu minta pulang ke Indonesia usai terima telepon dari Indonesia. Dengan alasan itu, menurut Jamal Almofawaz, majikannya melarang Hariani komunikasi via telepon dengan
keluarganya.

Dalam surat Jamal Almofawaz itu juga dilampirkan slip gaji Hariani bulan Agustus 2003 hingga Mei 2004. Mariani curiga dengan informasi dari Agen Jamal itu. Ia menduga
tanda tangan yang tertera dalam foto copy slip gaji itu palsu. "Coba anda lihat tanda tangan Surat Keterangan Kelakuan Baik (SKKB) dari Polres Jember yang ia tanda tangani. Tidak sama khan ?"katanya, sembari menunjukkan lembaran merah SKKB asli dari Polres Jember.

Ada empat alasan Mariani meminta anaknya segera dipulangkan. Pertama, sudah enam bulan lebih pihak keluargatidak bisa komunikasi. Kedua, selama setahun satu bulan Hariani tidak berkirim uang pada keluarganya. Ketiga, Hariani memiliki anak berusia 5 tahun yang sangat membutuhkan perhatian ibunya. Keempat, ayah
Hariani bernama Wagino, saat ini sedang sakit keras di Kencong, Jember, Jawa Timur. "jadi tolonglah pemerintah membantu,"katanya memohon.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Jember, Muhammad Thamrin kepada Mariani berjanji akan berupaya keras memulangkan
Hariani. Walaupun, Hariani dan perusahaan pengerah tenaga kerja asal Jakarta tak pernah menghubungi Dinas tenaga kerja Jember sebelumnya. "Kami minta pemerintah pusat pro aktif soal ini,"kata Thamrin yang mengaku kecewa dengan KBRI di Riyadh. "La, wong yang kirim surat itu saya secara dinas ke KBRI di Riyadh. Kenapa yang merespon justru agensi tenaga kerja. Seharusnya, KBRI sendiri yang membalas,"ujar Thamrin.

Mahbub Djunaidy

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

TKI yang Mendapat Amnesti Tuntut Ongkos Pulang
Malaysia dan Indonesia Tunda Penandatangan Kesepakatan Soal TKI
Ketua Pengurus Port Klang: TKI Tidak Bisa Diatur
Ratusan TKI Terkatung-Katung di Port Klang, Malaysia
Belasan Ribu TKI Masuk Propinsi Kepri
TKI Ilegal Asal NTB Masih 200 Ribuan Lagi
Kepulangan TKI ilegal, Masih Jauh dari Target
Orang Tua Herlina Berdemonstrasi
Eksodus TKI Akan Terjadi Januari 2005
Pemerintah Latih TKI yang Ingin Kembali ke Malaysia
> selengkapnya...


Referensi

Studi Perlindungan TKI Ditinjau dari Aspek Pembiayaan
HAK ASASI BURUH MIGRAN INDONESIA
Beberapa Kebijakaan Penempatan TKI ke Luar Negeri
KepMenakertrans nomor KEP-104A/MEN/2002 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri
UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Kentenagakerjaan
Buruh Migran Meninggal hingga September 2003
Kebutuhan dan Penempatan TKI 2002
Kebutuhan dan Penempatan TKI ke Luar Negeri (2001-2004)
> selengkapnya...

Website

Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan TKI
PJTKI
Depnakertrans
LSM buruhmigran
Jaringan LSM buruh migran Asia
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data