|
Jawa Tengah
Pendapatan Stasiun KA Balapan Solo Naik 5 Persen
Senin, 22 November 2004 | 14:10 WIB
TEMPO Interaktif, Solo:Pendapatan Stasiun Kereta Api Balapan Solo selama musim lebaran 2004 ini meningkat sebesar 5 persen dibandingkan dengan musim lebaran tahun lalu.
Terhitung sejak H-10 sampai dengan H + 6 ini, Stasiun Kereta Api Balapan Solo telah meraup pemasukan sebesar Rp 2.001.153.000. Jumlah ini hanya berasal dari penjualan tiket kereta dan diperkirakan akan terus bertambah karena meski puncak arus balik telah berlalu namun pemesanan tiket masih terus berlangsung.
Menurut Kepala Stasiun Balapan Solo, Sutrisno, dibandingkan dengan tahun pendapatan dari penjualan tiket mengalami peningkatan meski jumlah penumpang lebih sedikit. Pada masa lebaran tahun 2003 dengan jumlah penumpang sebesar 32.592 orang, pendapatan yang diterima hanya sebesar Rp 1.921.996.500.
Sutrisno mengungkapkan sampai dengan H + 6 kemarin, penumpang yang berangkat dari Stasiun Balapan mencapai 30.806. Angka tersebut akan terus bertambah karena sampai dengan tanggal 22 besok kami masih mengoperasioan kereta ekstra lebaran serta penambahan satu gerbong untuk KA Argo Lawu jurusan Jakarta.
Pendapatan terbesar diperoleh pada hari Sabtu (20/11) kemarin yang menjadi puncak arus balik. Pada hari itu, penumpang yang menggunakan kereta api kelas eksekutif dan bisnis itu mencapai 3.327 orang dan menghasilkan pemasukan sebanyak Rp 348.842.000. Sementara untuk hari Minggu yang diperkirakan juga menjadi puncak arus balik, belum diketahui jumlah penumpang dan perolehan hasil penjualan tiket.
"Untuk KA Argo Lawu yang berangkat jam 08.00 WIB, diberangkatkan sekitar 450 penumpang dengan tambahan satu gerbong. Nanti masih ditambah dengan kereta Argo Lawu Dwipangga dan Argo Lebaran serta Senja Utama," ujar Sutrisno.
Peningkatan jumlah pemasukan juga terjadi di Stasiun Kereta Api Jebres yang khusus memberangkatkan penumpang kelas ekonomi.
Dari stasiun tersebut, PT KAI meraup pendapatan sebesar Rp 319.244.800. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pendapatan tersebut meningkat hampir sekitar 20 persen. Padahal dari jumlah penumpang yang naik pada masa lebaran tahun ini lebih sedikit yakni hanya 12.292 orang.
Kepala Stasiun Jebres Suyatno pada masa lebaran tahun 2003, pendapatan yang diperoleh dari kereta api ekonomi yang berangkat dari Jebres sebesar 269.425.000. Memang penumpang pada tahun ini lebih sedikit tetapi kemungkinannya karena penumpang yang memiliki tujuan jarak jauh seperti Jakarta lebih banyak sehingga perolehannya meningkat.
Dikatakan Syatno, pada masa lebaran tahun ini, dari 12.292 penumpang yang naik dari Jebres tersebut pada enam hari terakhir penumpang yang bertujuan ke Jakarta mencapai 3.659 orang. Pada puncak arus balik yang terjadi pada hari Sabtu (20/11) kemarin, jumlah penumpangnya mencapai 1.770 orang. "Kemungkinannya hari ini akan bertambah sekitar 2.000-an penumpang," kata Suyatno.
Imron Rosyid - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|