Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Madura

Warga Jakarta Serbu Factory Outlet di Bandung
Kamis, 18 November 2004 | 21:55 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung:Sejak Hari Raya Idul Fitri, sejumlah factory outlet (FO) di Bandung yang menjual pakaian sisa ekspor dengan harga miring dibanjiri pengunjung dari Jakarta. Serbuan warga Jakarta itu terlihat dari penuhnya tempat parkir di sejumlah FO.

Beberapa tempat parkir tak lagi tidak bisa menampung mobil berplat nomor B yang terus-menerus berdatangan. Parkiran The Summit dan Heritage, dua FO di persimpangan Jalan Riau dan Jalan Banda, tidak muat sehingga mobil-mobil Jakarta itu terpaksa parkir di sepanjang jalan.

Untuk menjaring pengunjung, rata-rata FO di Bandung menggelar potongan harga besar-besaran. Hampir semua FO memajang spanduk bertuliskan "sale" dan "discount hingga 50 persen". Trik dagang inilah yang menjadi daya tarik pengunjung.

Supervisor The Summit, Nyi Sumini, menyatakan jumlah pengunjung membludak sampai 2.500 orang sehari. Hal itu terjadi sejak Lebaran hari pertama. "Puncaknya, Sabtu mendatang," katanya, Kamis (18/11).

Hal yang sama diungkap Asisten Manajer Heritage, Jatmiko. Ia mengaku, pengunjung di tempatnya membludak hingga lima kali lipat dibanding hari biasa. Pada hari-hari biasa, terutama pada akhir pekan, pengunjung yang datang ke Heritage sekitar seribu orang.
Sumini menyebutkan, kebanyakan pengunjung yang datang hari-hari ini ke FO-nya bukan pelanggan. Acap kali, mereka datang membawa keluarganya. "Ada satu keluarga yang datang sampai enam mobil," kata Sumini, sembari menyebut pada hari-hari biasa, The Summit dikunjungi sekitar seribu orang sehari. Pada akhir pekan, kebanyakan yang datang pelanggan tetap.

Dalam urusan dagangan, Sumini menyatakan, The Summit mengkhususkan diri untuk menjual pakaian bermerek terkenal. Pangsa yang dibidik adalah pasar kelas menengah ke atas, baik untuk pakaian anak hingga orang dewasa pria-wanita. Meski begitu, harga yang ditawarkan cukup miring, yakni berkisar Rp 25 ribu-150 ribu per buah.

Dengan harga seperti itu, sebanyak dua belas ruangan di The Summit yang menjajakan pakaian anak hinga dewasa pria-wanita, lengkap dengan beragam aksesorisnya dijejali pengunjung. Terlihat banyak pengunjung yang memilih untuk mencoba pakaian di tempat, dan tidak lagi memanfaatkan kamar pas. Pemandangan serupa terlihat di Heritage. Di tempat ini, harga pakaian anak-anak hingga dewasa pria-wanita berkisar Rp 17.500-149 ribu per potong.

Di tempat terpisah, Vika Rachelia, Marketing Communication Cina Town di Jalan Sukajadi, menyebutkan pengunjung di tempatnya meningkat 30-50 persen dibanding hari-hari biasa. Seperti Heritage dan The Summit, peningkatan itu terjadi sejak hari pertama Lebaran, dan diperkirakan akan berlangsung hingga hari terakhir liburan Lebaran, Minggu (21/11) mendatang.

Membludaknya pengunjung juga terjadi di sejumlah FO di Jalan Dago, Jalan Pasteur,
Jalan Cihampelas, dan lainnya. (Ahmad Fikri/Rinny Srihartini)

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data