Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Akibat Longsor, Jalur Cianjur Selatan Terputus
Kamis, 18 November 2004 | 17:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Cianjur selama tiga hari terakhir menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor di beberapa titik.

Longsor mengakibatkan jalan yang menghubungkan kota Cianjur dengan Kecamatan Sindangbarang dan Cidaun, terputus sejak dua hari lalu.

Akibat banjir banding dan tanah longsor itu, beberapa rumah warga, jembatan, dan rumah peribadatan rusak terbawa hanyut.

Banjir bandang terjadi di Desa Cisalak dan Sukapura Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur pada Kamis (11/11), menyebabkan jalan yang menghubungkan Sindangbarang dengan Cidaun sempat terputus.

Banjir juga mengakibatkan dua buah rumah hanyut dan satu mushala rusak berat. Selain itu, dua buah jembatan, yaitu Jembatan Kebon Kopi di Desa Sukapura dan Jembatan Cibuntu di Desa Cisalak, rusak akibat tergerus arus air.

Menurut tokoh pemuda Cidaun Asep Samudera, banjir bandang yang terjadi di daerahnya membuat lalu lintas dari Sindangbarang ke Cidaun dan sebaliknya menjadi terhambat, karena dua buah jembatan di daerah Cidaun rusak dan miring.

“Kami berharap agar pemerintah segera memperbaiki kerusakan dua jembatan yang menghubungkan Cidaun dengan Sindangbarang, karena jalur ini merupakan jalur utama transportasi dan perekonomian daerah kami,” kata Asep.

Sementara itu, longsor yang terjadi di Kampung Bojonggede Desa Muara Cikadu Kecamatan Sindangbarang, Senin malam lalu sekitar pukul 23.00 WIB sampai saat ini masih menghambat jalan menuju Sindangbarang dan Cidaun. Warga yang akan menuju ke arah Sindangbarang dan Cidaun serta sebaliknya terpaksa menggunakan jalan memutar melalui jalan Kabupaten Bandung dan Nariggul.

Dari informasi yang berhasil diperoleh, hampir seluruh badan jalan sepanjang 20 meter tertimbun longsoran tanah dengan ketinggian sekitar tiga meter. Petugas dari PU Binamarga Provinsi Jawa Barat dibantu oleh masyarakat setempat, sampai saat ini masih berupaya menyingkirkan timbunan tanah.

Menurut keterangan Dadi Sutisna, warga Sindangbarang, bencana alam tanah longsor di daerah Bojonggede tersebut terjadi saat hujan deras turun sejak sore hari.

Akibatnya, tebingan tanah di pinggir jalan milik provinsi Jawa Barat tersebut menjadi labil dan tak lama kemudian ratusan meter kubik tanah dan batu dari atas tebing berjatuhan sehingga menutup seluruh badan jalan.

Warga yang hendak melalui daerah tersebut terpaksa menghentikan perjalan mereka dan ada yang terpaksa memutar melalui jalan Naringgul ke Kabupaten Bandung.

Deden Abdul Aziz - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gempa di Palu 5,3 Skala Richter Rabu Pagi
Bandar Udara Waioti Mulai Beroperasi
Gunung Kerinci Berstatus Waspada
Gunung Bromo Belum Aman
Kekeringan di Wonogiri Makin Meluas
Beberapa Desa di Nias Belum Lakukan Pencoblosan
Gunung Kerinci Tertutup Untuk Pendaki
Hanya 30 Persen Telaga di Gunungkidul Berisi Air
Meski Mulai Normal, Gunung Bromo Masih Ditutup
Wisatawan Asing Memasuki Daerah Bahaya Gunung Bromo
> selengkapnya...


Referensi

Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi

Website

Departemen Sosial
Situs INFORM


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data