Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Madura

Masyarakat Diminta Waspadai Awal Musim Hujan
Rabu, 17 November 2004 | 20:46 WIB

TEMPO Interaktif, Semarang:Badan Meteorologi dan Geofisika Semarang mengingatkan masyarakat Jawa Tengah agar meningkatkan kewaspadaan menjelang masuknya musim penghujan, sebab hujan lebat dan angin kencang akan menyertai awal musim penghujan di provinsi ini.

“Memang begitu karakteristiknya, hujan lebat waktunya singkat. Hujan lebat ini disertai petir dan angin kencang. Jadi masyarakat pun harus meningkatkan kewaspadaan,” kata Widada Sulistya, Kepala Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi dan Geofisika Semarang, Rabu (17/11).

Seperti telah diprediksi BMG sebelumnya, kata Widada, awal musim penghujan tahun ini akan mulai November. Hal ini mulai terlihat sejak akhir Oktober lalu, dengan turunnya hujan di beberapa tempat seperti di Banyumas, Cilacap, dan Kebumen. Untuk menandai datangnya musim penghujan, terjadi beberapa gejala seperti hujan lebat disertai angin kencang atau petir.

Hujan yang sudah terjadi di wilayah barat dan selatan Jawa Tengah ini mulai memakan korban dengan adanya banjir di Kebumen. Namun, wilayah Jawa Tengah bagian timur, khususnya di pantura timur, belum tersiram hujan. Penduduk wilayah Semarang, Pati, Demak diminta meningkatkan kewaspadaan memasuki awal musim hujan. Ketika masuk musim penghujan, kecepatan angin dalam kondisi normal berkisar 5-10 km/jam, namun dalam kondisi tidak normal bisa lebih dari 20 km/jam.

Periode awal musim penghujan, kata Widada, sudah terlihat di Semarang dan beberapa daerah lain. Kali ini, hujan lebat dan angin kencang yang singkat sudah menyapu wilayah Kaliwungu, Kendal. Akibat terpaan angin kencang yang menyertai hujan yang terjadi Senin (15/11) lalu, sembilan rumah roboh dan puluhan orang terluka.

“Kejadian di Kaliwungu itu tak terdeteksi di alat BMG karena skala waktu dan skala tempat yang sangat kecil,” kata Widada. Ia memperkirakan, angin kencang yang merobohkan rumah di Kaliwungu itu berkecepatan 24 knot atau kurang lebih 30 km/jam dan waktunya sangat singkat.

Untuk mengantisipasi perubahan musim ini, BMG sudah berkoordinasi dengan tim Pencari dan Penyelamat (SAR) Daerah Jawa Tengah dan menandai titik-titik yang kondisi alam dan cuacanya cukup rawan.

Dengan datangnya musim penghujan, kata Widada, para petani sudah mulai musim tanam, seperti terlihat di wilayah Kudus dan Demak yang mendapatkan air dari waduk dan pengairan. Hujan buatan untuk mengisi waduk Gajahmungkur di Wonogiri pun telah dilakukan, namun hujan buatan ini jatuh di daerah aliran sungai menuju waduk di daerah Klaten dan Sukoharjo. (Dian Yuliastuti)

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

BMG: Jakarta Memasuki Musim Hujan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data