|
Jawa Timur
Akibat KA Pertamina Terbakar, Jalur Selatan Lumpuh
Jum'at, 12 November 2004 | 19:21 WIB
TEMPO Interaktif, Ngawi:Terbakarnya Kereta Api Pertamina tujuan Solo-Madiun menyebabkan arus perjalanan kereta jalur selatan lumpuh dalam waktu yang tidak ditentukan. “Oleh karenanya kami mengalihkan seluruh jalur ke jalur utara,” kata Wahyu Kartono, Kepala Humas PT KA Daops VII, Jumat (12/11).
Pengalihan ini dilakukan karena sampai saat ini kondisi rel masih belum bisa dilalui kereta. “Rel malah ada yang meleleh, jadi mana mungkin bisa dilalui,” tegasnya.
PT KA, menurut Wahyu, sampai saat ini belum bisa memutuskan sampai kapan pengalihan jalur ini akan berlangsung. Yang jelas, menurutnya, rel yang rusak akan segera diperbaiki.
Kereta yang sudah sampai di daerah Madiun, sampai saat ini penumpangnya akan dievakuasi dengan menggunakan bus.
Kereta Api Pasundan jurusan Surabaya-Kiara Condong Bandung, malah sampai saat ini sudah berada di Stasiun Paron Ngawi. Penumpang kereta Pasundan langsung dievakuasi untuk melanjutkan perjalanan ke Stasiun Kedunggalar dengan menggunakan bus.
“Sesampai di Kedunggalar, para penumpang akan dinaikkan ke KA Kahuripan untuk diteruskan menuju Surabaya, begitu juga sebaliknya," kata Wahyu.
Tidak hanya KA Pasundan yang terhambat perjalanannya, KA Argo wilis dan KA Santaka sampai saat ini juga masih tertahan di Stasiun Madiun.
Untuk mengantisipasi hal ini, menurut Wahyu, pihaknya untuk sementara akan mengalihkan rute kereta yang berangkat dari Malang dan Surabaya.
“Yang berangkat dari Malang akan dialihkan dulu jalurnya menuju Surabaya baru kemudian menuju Jakarta lewat jalur utara. Yang dari Surabaya, kereta langsung dialihkan untk melewati jalur utara,” kata Wahyu.
Sementara juru bicara PT KA Daop VIII Sudarsono mengatakan jam pemberangkatan kereta dari Stasiun Gubeng tetap, hanya saja rutenya yang berubah. "Sejak siang tadi enam KA yang berangkat dari Stasiun Gubeng kami alihkan melalui jalur utara," ujarnya.
Ia menyatakan, kereta api jalur selatan yang harus dialihkan melalui jalur utara antara lain KA jurusan Jakarta, yakni Jayabaya, Gaya Baru Malam Selatan, dan Bima. Sedangkan kereta jurusan Bandung yakni Argo Wilis, Turangga, Mutiara Selatan, dan Pasundan, serta kereta tujuan Jogja, yakni Sancaka.
Selanjutnya, dari Stasiun Gubeng, kereta itu menuju lintas utara melalui Stasiun Pasar Turi, Lamongan, Babat, Bojonegoro, Cepu, dan Gambringan. Dari Gambringan, kereta berbelok menuju selatan ke Stasiun Solo Balapan melalui Mantingan.
Sudarsono menambahkan, menurut keterangan yang didapat dari Daerah Operasional VII PT KA di Madiun, dibutuhkan waktu sekitar tujuh hari untuk mengevakuasi bangkai kereta api yang terbakar di atas sungai perbatasan Dusun Salak dan Dusun Sendangrejo, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur.
“Faktor penyulitnya, jembatan di Ngawi itu melengkung, sehingga membuat proses pengevakuasian gerbong KA menjadi lebih rumit,” katanya. PT KA menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini.
Rohman Taufiq/Agus Raharjo - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|