|
Pemudik Mengaku Diperas Pengamen Di aerah Cirebon
Kamis, 11 November 2004 | 15:32 WIB
TEMPO Interaktif, Cirebon:Sejumlah pemudik dari Bandung mengeluhkan banyaknya pengamen yang meminta uang secara paksa di dalam bus. Para pemudik itu umumnya mengaku diperas pengamen di daerah Cirebon, Jawa Barat. Pengamen masuk bus meminta uang secara paksa dan bahkan ada pula yang mengancam dengan sebilah pisau.
Rohadi (30 tahun), pemudik dari arah Bandung dengan tujuan Tegal, Jawa Tengah, mengungkapkan bahwa saat memasuki perempatan Palimanan, naik 5 orang pengamen yang setelah menyanyikan lagu salah seorang diantara mereka kemudian meminta uang secara paksa. “Dengan nada mengancam dan celurit di punggung mereka sengaja menakut-nakuti penumpang bus untuk memberikan uang sebagai upah menyanyi mereka”, tutur pemilik salah satu warung tegal di Bandung ini.
Bukan hanya itu, lanjut Rohadi, jika ada penumpang yang memberikan uang receh, pengamen tersebut malah memelototi penumpang dengan muka garang dan meminta agar uang ditambah lagi. Rohadi mengungkapkan ia berangkat dari Bandung sekitar pukul 06.00 WIB dengan menaiki bus ekonomi Sahabat jurusan Bandung-Tegal. Ia pun sempat mengungkapkan keheranannya sebab baik kernet maupun sopir bus hanya diam saja menyaksikan pemerasan tersebut.
Keluhan senada diungkapkan Kusnadi, seorang pemudik dari Jakarta ke Jawa Tengah. Saat memasuki daerah Tegalgubug naik enam pengamen yang menyanyikan lagu-lagu dengan suara tidak jelas. “Sepertinya mereka mabuk”, tuturnya. Usai menyanyi, dua orang pengamen segera meminta uang kepada penumpang dengan mimik dan nada yang mengancam. Menurut Kusnadi mereka bahkan dengan sengaja memperlihatkan celurit yang disembunyikan dibalik baju mereka jika ada penumpang yang tidak memberikan uang. Hal yang sama pun menurut Kusnadi terulang saat akan memasuki perempatan Palimanan. “Jadi selama perjalanan mudik ini akan dipenuhi rasa takut dan khawatir jangan-jangan nyawa kami akan melayang”, tuturnya.
Waryo (40 tahun) pemilik warung Tegal di kawasan Senen Jakarta juga punya keluhan yang sama. Waryo yang mudik ke Purwokerto ini bertutur bahwa saat memasuki daerah Tegalgubug lima orang pengamen masuk. Awalnya ia mengira kelima pengamen tersebut hanyalah pengaman seperti biasa, namun ia mengaku terkejut saat salah seorang diantara mereka meminta uang dengan nada memaksa sambil memperlihatkan sebilah pisau yang diselipkan di kantong depan jeans yang mereka pakai. “Saya tidak tahu itu pisau benaran atau tidak. Tetapi saat saya memberikan uang receh 500 ia malah melotot dan meminta ditambah. Akhirnya saya memberikan lagi selembar uang seribu”, tuturnya.
Menurut Waryo ia sebenarnya sudah sering mendengar adanya pengamen yang memaksa meminta uang maupun kejadian pencopetan untuk bus tujuan Jakarta-Purwokerto. “Tapi terus terang baru kali ini saya mengalami kejadian seperti ini”. Selain itu ia pun mengungkapkan keheranannya mengapa aparat kepolisian tidak bisa membasmi preman di dalam bus, padahal kejadian penodongan ini sudah sering terjadi.
Kapolres Cirebon, AKBP Muktiono, saat dikonfirmasi Tempo mengatakan bahwa preman-preman yang sering beraksi di atas bus dengan dalih sebagai pengamen sebenarnya sudah berkali-kali berusaha mereka amankan bahkan jauh-jauh hari sebelum arus mudik lebaran ini. “Tetapi kami seringkali kesulitan menangkap mereka karena mereka bisa kabur dengan cepat dan minimnya saksi yang melapor”, tuturnya.
Ivansyah --Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|