|
Jawa Tengah
Polwil Surakarta Turunkan Dua Regu Penembak Jitu
Kamis, 11 November 2004 | 15:03 WIB
TEMPO Interaktif, Solo: Dua regu penembak jitu khusus ditempatkan Polwil Surakarta untuk memburu "bajing loncat" atau perampok di jalanan yang memanfaatkan mudik lebaran. Regu penembak jitu tersebut disebar di dua lokasi terpisah, yakni daerah Boyolali, pintu masuk ke wilayah Surakarta dan di daerah Sambung Macan, Sragen yang merupakan pintu keluar dari wilayah Surakarta. "Kebetulan di dua lokasi itu memang ada jalan dengan tanjakan yang menikung cukup tajam. Kedua wilayah itu memang potensial bagi beroperasinya "bajing loncat"," kata Kapolwil Kombes Abdul Madjid, Kamis (11/11).
Menurut Kapolwil, selain mengamankan pemudik dari incaran para pelaku kriminal, aparat kepolisian juga mengantisipasi khusus buron teroris yang menjadi target aparat keamanan. Polisi menerjunkan tim-tim kecil mengawasi tempat kos serta rumah-rumah terpencil di wilayah Surakarta. "Mudik Lebaran bisa saja dimanfaatkan para tersangka teroris datang ke Solo. Mereka berbaur dengan pemudik lain guna menyempurnakan penyamaran," ujar Madjid.
Sementara itu Kabag Lantas Polwil Surakarta Komisaris Sabar Supriyono mengatakan sejumlah ruas jalan jalur utama Semarang-Solo-Surabaya terdapat beberapa tempat yang rawan kecelakaan karena jalan yang menyempit. Dia menyebutkan jalan Semarang-Solo pada kilometer 81 yakni di pertigaan Ngangkruk, Banyudino, Boyolali kemudian jalur utama Solo-Sragen di kilometer 2-3 (batas kota Barat) serta Jalan Sragen-Ngawi.
Sabar menyarankan agar pemudik dari Jakarta tujuan Surabaya untuk menggunakan jalur alternatif melalui tengah. Jalur ini meliputi Semarang berbelok menuju ke Salatiga-Sruwen-Karanggede-Klego-Andong-Gemolong-Sidoharjo-Sragen-Ngawi-Surabaya atau dapat pula dari dan Semarang ke arah Gemolong kemudian berbelok melalui Sumberlawang-Purwodadi-Cepu-Bojonegoro-Surabaya.
Dari pantauan Tempo di Terminal Tirtonadi sampai dengan pukul 10.00 WIB, tercatat baru ada 70 armada bus lebaran yang menurunkan penumpang 3.500 orang serta 20 bus ekstra lebaran menurunkan 1.000 orang. Rendahnya jumlah bus pengangkut pemudik yang masuk tersebut dikarenakan mereka terjebak kemacetan lalu lintas.
Sejumlah pengemudi bus mengatakan sebagian besar bus dari Jakarta terjebak macet di Pamanukan, Jawa Barat. Informasi tersebut dibenarkan oleh Kepala DLLAJ Terminal Bus Tirtonadi, Solo, Samidiyanto bahwa jika jalur mudik lancar maka dipastiakn sejak pagi sudah akan ada ratusan armada bus yang masuk terminal. "Informasinya memang ada kemacetan dalam perjalanan melalui jalur pantura," kata dia.
Data jumlah armada bus pengangkut pemudik yang masuk ke Terminal Tirtonadi Solo pada Rabu (10/1) kemarin mencapai 3.794 dengan penumpang 93.159 orang. Selain itu juga tercatat 195 bus khusus ekstra lebaran yang datang dari Jakarta dan satu bus ekstra lebaran dari Bandung.
Imron Rosyid - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|