|
Nusa
Jalur Mudik Banyumas Mulai Tertimpa Longsor
Rabu, 10 November 2004 | 19:57 WIB
TEMPO Interaktif, Banyumas: Hujan yang turun sejak dua hari ini membuat ruas jalan di Desa Banjarsari, Kecamatan Pekuncen, Banyumas, tergerus Sungai Kawung. Akibatnya, arus kendaraan harus antri satu-satu melewati jalur selatan ini. Hingga Rabu (11/11), sejumlah kendaraan berat dari Dinas Bina Marga Jawa Tengah masih berusaha menambal separuh jalan yang hanyut terbawa arus sungai.
Selain jalur Pekuncen, di wilayah Polwil Banyumas yang terdiri dari empat kabupaten yakni Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara, terdapat lima titik lain yang juga rawan bencana tanah longsor. Titik-titik itu antara lain di Kecamatan Lumbir, masuk wilayah Banyumas, Cimanggu dan Sidareja, masuk wilayah Cilacap dan Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara.
Data Polwil Banyumas mengungkapkan, terdapat enam titik rawan banjir, antara lain pada jalur di Kecamatan Kemranjen, Kalibagor, Somagede dan Lumbir, keempatnya di Kabupaten Banyumas. Sementara dua titik lainnya di Kecamatan Cimanggu dan Sidareja, dua yang terakhir masuk wilayah Kabupaten Cilacap.
Kawasan rawan kemacetan karena padatnya arus mudik kemungkian terjadi di Kecamatan Sumpiuh, Buntu dan wilayah Baturraden, ketiganya di Kabupaten Banyumas.
Di Cilacap, kemacetan diprediksi bakal terjadi di Majenang yang merupakan jalur yang menghubungkan Jawa Barat?Jawa Tengah.
Sementara gangguan arus mudik karena munculnya pasar tumpah diperkirakan bakal
bermunculan di Ajibarang, Sokaraja, keduanya di Kabupaten Banyumas. Pasar tumpah lainnya bermunculan di Kabupaten Cilacap yakni Jeruklegi dan Majenang. Di Banjarnegara, pasar tumpah bermunculan di Klampok dan Mandiraja.
Kapolwil Banyumas Komisaris Besar Polisi Prasetyo menyatakan, untuk mengamankan
para pemudik dari kemungkinan datangnya bencana dan pasar tumpah, pihaknya mendirikan 60 pos polisi yang bertugas 24 jam dari jalur masuk Jawa Tengah di Cilacap hingga Banyumas dan Banjarnegara. Polwil juga menggerakkan regu polisi bermotor untuk mengamankan seluruh jalur mudik di Banyumas. ? Kami perintahkan tembak di tempat bagi perusuh di jalur ini,? kata Prasetyo, Rabu (11/10). Salah satu yang disebut perusuh adalah komplotan bajing loncat yang dalam beberapa bulan terakhir beraksi di beberapa ruas di jalan di wilayah Polwil Banyumas.
Dari Stasiun Kereta Api hingga H-4 arus penumpang belum menampakkan tanda ledakan yang berarti. Kasi Operasional Daop Sukirman Denin menyatakan, hingga H-5 saja baru 4.467 orang. ?Saya kira karena sebagian pemudik sekarang lebih suka memakai sepeda motor sehingga arus penumpang KA dan bus jauh menurun,? katanya.
Ari Aji HS?Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|