|
Banten
Pemudik Lewat Merak Menurun
Rabu, 10 November 2004 | 14:04 WIB
TEMPO Interaktif, Serang:Arus mudik Lebaran yang melalui Pelabuhan Penyeberangan Merak - Bakauhuni mengalami penurunan, dibanding hari yang sama tahun lalu. Pada H-6 atau Senin (8/11) tercatat 27.921 penumpang dan 4.758 kendaraan telah menyeberangi Selat Sunda menuju Pulau Sumetera. Sementara pada H-5 atau Selasa (9/11) tercatat 22.310 dan 3.000 kendaraan atau turun sekitar 5.611 penumpang dan 1.758 kendaraan. Sampai Rabu siang penumpang yang menyeberang ke Bakauheni baru mencapai 8 ribu orang.
Manajer Operasi PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Teja Suparna membenarkan terjadinya penurunan penumpang itu, Kondisi ini menimbulkan kehawatiran akan terjadinya lonjakan drastis pada H-2 dan H-1. Itu berarti arus penumpang berbarengan menyeberang melalui Pelabuhan Penyeberangan Merak, sehingga menimbulkan penumpukan penumpang maupun kendaraan.
"Kami terus mempersiapkan kemungkinan itu, terutama pada puncak arus mudik yang diperkirakan mencapai 96.000 penumpang," kata Teja Suparna. Pada arus mudik Lebaran tahun 2003, puncaknya tercatat pada H-3 dengan jumlah 87.808 penumpangan dan 8.167 kendaraan yang menyeberang dari Merak. Walaupun ada kekhawatiran akan ada penumpukan menjelang hari lebaran, Teja berkeyakinan dengan kesiapan 24 kapal roro, 14 kapal cepat dan fasilitas 4 dermaga, pengelola pelabuhan akan mampu mengantisipasi ledakan penumpang pada H-2 dan H-1.
Sampai saat ini pihak ASDP hanya mengoperasikan 18 kapal roro dan 8 kapal cepat. Jika kondisi sudah dikatagorikan sangat padat, semua kapal-kapal itu beropasi penuh. "Kendala yang kami dikhawatirkan adalah perubahan cuaca yang menyebabkan gelombang laut mencapai lebih 1,5 meter. Jika itu terjadi, baik kapal roro maupun kapal cepat tidak bisa beroperasi," katanya.
Sementara itu, Ridwan Chaerudin 23, tahun pemudik tujuan Lampung, menjadi korban aksi kejahatan di bus menuju Merak. Karyawan CV Weriguna, pabrik paralon di Tangerang kehilangan dompet berisi uang Rp 370 ribu dan tujuh potong baju lebaran setelah ia dibius seseorang di dalam Bus Arimbi jurusan Kalideres-Merak. Warga Desa Putih Hido, Tanggamus, Lampung Selatan ini ditolong petugas posko kesehatan pelabuhan Merak setelah terlihat sempoyongan dan nyaris pingsan saat turun dari bus.
Kepada wartawan, Selasa malam di Posko Kesehatan Pelabuhan Merak, Ridwan menjelaskan, dia mendapat tawaran minuman susu ultra oleh orang tua berusia sekitar 55 tahun di atas bus beberapa saat setelah lepas dari Terminal Kalideres, Tangerang. "Saya sudah menolak, namun ia terus memaksa dengan alasan tidak enak minum sendirian, apalagi dia juga mengaku berniat pulang bersama karena tujuannya sama ke Lampung," katanya yang bicaranya masih terpatah-patah.
Ia juga menjelaskan, orang itu berpostur pendek, bermuka bulat dan berlogat Lampung, serta saat kejadian memakai kaos merah dan bertopi. "Tidak ada kesan orang itu seperti penjahat," kata Ridwan yang hendak pulang kampungnya ini. Dr Imelda yang menangani korban menduga, kawanan penjahat itu menggunakan obat bius cair seperti valium yang disuntikkan dalam minuman kemasan sebelum diberikan kepada korban.
Faidil Akbar-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|