|
Jawa Timur
Presiden Diminta Buka Muktamar NU
Selasa, 09 November 2004 | 17:55 WIB
TEMPO Interaktif, Malang: Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi mengharapkan agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersedia membuka Muktamar NU di Solo, Jawa Tengah pada 28 November mendatang. Sedangkan untuk penutupan, Hasyim meminta kesediaan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Selain itu, Presiden diharapkan juga bisa menerima audiensi pengurus PBNU dan Panitia Muktamar. "PBNU sudah mengirimkan surat permintaan kepada Presiden," kata Hayim kepada wartawan di rumahnya di Kompleks Pondok Pesantren, Selasa (9/11)
Menurut Hasyim, permintaan itu disampaikan karena NU mempunyai prinsip mengakui pemerintahan yang syah. Pengakuan tersebut bukan hanya secara konstitusional, namun juga secara syar'i. "Pemerintah yang mengangkat wali hakim, jika NU tidak mengakui pemerintah sama artinya tidak mengakui wali hakim. Nah, jika
tidak mengakui wali hakim, maka pernikahan di Indonesia tidak syah," ujar Hasyim.
Jika ada kritik terhadap pemerintah, ungkap Hasyim, kritik itu dilakukan untuk amar ma'ruf nahi mungkar, bukan untuk menggoyang pemerintahan. NU tidak bisa
diletakkan sebagai lembaga yang memususi pemerintah. "Sekalipun saya gagal maju sebagai Wakil Presiden, saya tak boleh memposisikan diri melawan pemerintah dengan menggalang struktural NU," kata Hasyim.
Bibin Bintariadi - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|