|
Jawa Barat
Kapolri Perintahkan Aparat Kawal Pemudik Bersepeda Motor
Selasa, 09 November 2004 | 14:20 WIB
TEMPO Interaktif, Purwakarta: Kepala Polri Jenderal Da'i Bachtiar menginstruksikan Kepala Polda Jawa Barat dan Metro Jaya, agar saling berkoordinasi dalam mengantisipasi membludaknya pemudik yang menggunakan sepeda motor. "Harus diantisipasi, tidak dibiarkan, ditertibkan dan dikawal," kata Da'i kepada wartawan, di pintu gerbang tol Cikopo, Purwakarta, Jawa Barat, Selasa siang (9/11). Kepala Polda Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Edy Darnadi, menyatakan kesiapannya menjalankan perintah Kapolri.
Da'i, datang ke pos pengendalian operasi Polwil Purwakarta yang terletak di gerbang tol Cikopo, bersama Menteri Perhubungan Hatta Radjasa, Menteri Pekerjaan Umum Doko Kirmanto serta Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari, meninjau kesipan petugas inter departemen dan instansi dalam pengamanan arus mudik lebaran. Dari Purwakarta, mereka melanjutkan peninjauan ke Cirebon.
Sesuai hasil evaluasi pengaman lebaran 2003, Da'i menjelaskan, salah satu penyebab kemacetan di jalur Pantai Utara (Pantura) antara Pamanukan-Indramayu, yakni tidak terantisipasi dan terkawalnya ratusan ribu pemudik yang menggunakan sepeda motor. "Meskipun sepeda motor, kalau jumlahnya besar pasti menimbulkan kemacetan," Da'i menjelaskan.
Secara khusus, Da'i juga memerintahkan Kepala Polwil Purwakarta Ajun Komisaris Besar Polisi Alosius Mudjiono, untuk berkoordinasi lebih baik dengan jajaran Polwil Cirebon. Sebab, kemacetan pada mudik tahun lalu, diantaranya juga disebabkan oleh kurang-pasnya informasi yang dikomunikasikan oleh kedua jajaran polwil itu. "Misalnya, jam sekian-jam sekian Pantura diantisipasi dan jam sekian-jam sekian jalur alternatif, jalur alternatif harus diantisipasi," Da'i memberikan arahan.
Stagnasi di jalur Pantura, menurut Da'i, sering terjadi pada malam hari. Sebabnya, sistem koordinasi dan komunkasi pengamanan pada malam hari harus diprioritaskan. Lain lagi jika terjadi stagnasi pada siang hari, lebih gampang diantisipasi, yakni dengan melakukan pemantauan di udara.
Hatta Radjasa mengatakan, lokasi-lokasi rawan macet di wilayah Pantura Purwakarta yakni di titik pasar tumpah Sukamandi dan Ciasem, sedangkan di wilayah Indramayu pasar tumpah ada di Patrol, Sukra, dan Jatibarang. Kecuali itu, kata Hatta melanjutkan, kemacetan juga terjadi karena penyempitan jalur di di lokasi selepas perbatasan Subang-Indramayu.
Di lokasi-lokasi itu, masih ada jalan yang masih dua lajur, sedangkan di wilayah Pantura Subang seluruhnya sudah empat lajur. "(Jadi) memang memerlukan perhatian," kata Hatta.
Da'i dan Hatta optimis pengamanan arus mudik lebaran tahun ini berjalan lebih baik dibanding tahun lalu, sebab, kesiapan personil pertugas lapangan serta peralatan pendukungnya sudah lebih baik.
Menurut Mudjiono, kondisi arus mudik sampai pada H-5, masih normal. "Belum ada peningkatan yang berarti," katanya. Diperkirakan ledakan arus mudik akan terjadi pada H-3, untuk mengantisipasi kondisi itu, sejak Rabu (10/11), mulai pukul.07.00 Wib. seluruh pintu gerbang tol Cikopo, Purwakarta, akan diperuntukan khusus buat seluruh kendaraan pemudik.
Sedangkan kendaraan yang datang dari arah Jawa menuju Jakarta, akan dialihkan melalui jalur alternatif Kota Bukit Indah langsung masuk ke pintu gerbang Kali Hurip Selatan untuk seterusnya menuju Jakarta.
Terhitung sejak Rabu pagi (10/11) seluruh kendaraan jenis truk sudah tidak diperbolehkan lagi beroperasi kecuali yang mengangkut sembako dan pasokan BBM.
Nanang Sutisna - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|