Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Tengah

Penukaran Uang Receh Di Solo Capai Rp 2,2 Miliar Sehari
Senin, 08 November 2004 | 16:40 WIB

TEMPO Interaktif, Solo: Sepekan menjelang lebaran, masyarakat yang akan menukarkan uang pecahan, memadati antrian yang tersedia di Bank Indonesia (BI) Solo. Mereka mulai berdatangan sejak subuh meski loket antrian baru dibuka pukul 07.00 WIB. Penukaran uang pecahan di BI Solo, telah mencapai lebih dari Rp 2,2 miliar. Jumlah tersebut melebihi alokasi dana yang disediakan BI Solo dalam satu hari penukaran.

Menurut Pelaksana Kebijakan Moneter (PKM) BI Solo Kusdirman, total penukaran pada Kamis lalu mencapai Rp 2,26 miliar. Total penukaran uang pecahan pada hari itu, melebihi jumlah dana yang dialokasikan BI Solo dalam satu hari penukaran sebesar Rp 1,5 miliar sehari. Diperkirakan permintaan penukasan pecahan tersebut akan terus meningkat. "Tetapi berapa pun permintaan penukaran uang pecahan dari masyarakat, BI Solo berupaya melayani sebaik mungkin. Cadangan dana yang ada di BI Solo masih mencukupi kebutuhan masyarakat," tandasnya.

Menurut Pimpinan BI Solo Sutikno, dalam satu hari penukaran, peningkatan jumlah penukar uang tersebut membuat pihaknya menambah hari pelayanan tidak hanya Senin dan Kamis seperti pada minggu-minggu sebelumnya. Mulai minggu ini, penukaran uang pecahan juga akan dilayani pada hari Rabu serta ada tambahan loket selain empat loket penukaran uang pecahan yang sudah ada dalam kantor.

Menukar uang pecahan baru, menjelang lebaran, sudah menjadi tradisi bagi sebagian umat muslim. Bagi Paikun, uang pecahan baru yang nantinya ia bagi-bagikan, merupakan bentuk amal fitrah. Bahkan, ia sengaja mengirim sebagian uang kepada orang tuanya di desa, agar orang tuanya juga bisa memberikan fitrah kepada cucu-cucunya.

Suwarno, 39 tahun, salah seorang penukar uang pecahan dari Mojolaban, Sukoharjo, juga datang sejak pukul 5.00 pagi. Ia rela mengantri cukup lama, agar pada saat lebaran nanti, bisa membagi-bagi uang kepada sanak keluarga. "Meski jumlahnya tidak seberapa, jika anak kecil diberi uang yang baru, akan merasa sangat senang," katanya.

Imron Rosyid - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sutiyoso Distribusikan Beras Di Kepulauan Seribu
Libur Idul Fitri 14, 15, 16 November
Tol Cikopo Siapkan 9 Pintu Tambahan
Stok Daging di Cakung Dijamin Cukup
Curah Hujan Tinggi, 14 Titik Rawan Longsor
Stok Beras di Pasar Cipinang Masih Cukup
Polri Kerahkan Dua Pertiga Kekuatan Untuk Amankan Lebaran
Lima Kapal Perang TNI AL Buat Angkut TKI Malaysia
Kapolda: Jakarta Siaga Satu
Jalan Lintas Barat Lampung Longsor
> selengkapnya...


Referensi

Mudik Lewat Jalur Alternatif
Laporan Khusus Mudik Lebaran 2004
Pasar Tumpah di Hari Pasaran Menjelang Lebaran
> selengkapnya...

Website

Website Arus Mudik Polda Jawa Tengah
PT Kereta Api Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Pengunjung Diskotek Tewas Overdosis
Spears Gagal Memukau
Pandangan Pertama Chrome
Ibu-ibu Unjuk Rasa di Kantor MA
Ekspesi Marwoto Ditolak

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data