|
Jawa Madura
Banjir Landa Kebumen dan Banyumas
Minggu, 07 November 2004 | 21:02 WIB
TEMPO Interaktif, Kebumen:Ratusan hektare sawah dan pemukiman penduduk dari empat kecamatan di Kabupaten Kebumen dan satu kecamatan di Kabupaten Banyumas tergenang banjir akibat hujan deras yang mengguyur daerah itu. Air bah juga menyeret seorang warga hingga tewas dan mengakibatkan tiga jembatan ambrol.
Banjir yang menggenangi wilayah tersebut sejak Sabtu, hingga kemarin masih terjadi. Sedikitnya 788 rumah yang tersebar di tujuh desa di empat kecamatan terendam air. Hujan deras juga mengakibatkan longsor yang merusakkan tiga rumah. Akibat banjir itu, jalur selatan yang menghubungkan Kebumen-Gombong tergenang air dan lumpuh selama empat jam.
Empat kecamatan di Kebumen yang terendam air adalah Kecamatan Poncowarno, Karanganyar, Karanggayam, dan Adimulyo. Sebagian besar airnya kemarin mulai surut, tapi di Kecamatan Adimulyo justru naik. Aktivitas masyarakat di tiga kecamatan lain sudah kembali normal, namun seluruh kecamatan menyiagakan posko banjir selama 24 jam.
Tiga desa di Kecamatan Adimulyo yang paling parah direndam banjir adalah Pamujan, Adiluhur, dan Tegalsari. “Kemarin paling setengah meter, sekarang malah menjadi sekitar 80 centimeter,” kata Yuli, Polisi Pamong Praja yang berjaga di Posko Banjir Kecamatan Adimulyo. Akibatnya, berbagai tanaman palawija gagal panen dengan kerugian mencapai Rp 220 juta.
Camat Poncowarno, Wikan Trisyunanto mengemukakan, korban yang terseret banjir adalah Suyudi, 35 tahun, warga Desa Tegalrejo. Korban diduga terpeleset saat melewati saluran air Waduk Wadaslintang yang melintasi desa setempat, Sabtu pagi. “Karena arusnya sangat kuat, tubuhnya terseret,” kata Wikan.
Bupati Kebumen Rustriningsih ketika dihubungi melalui telepon menyatakan, aparatnya belum bisa berbuat apa-apa untuk menangani datangnya bencana itu. “Penanganan teknis akan kami lakukan mulai hari Senin. Saat ini waktunya tidak tepat,” katanya. Namun, kata dia, pemerintah Kebumen telah menerjunkan tim ke lapangan untuk memonitor bencana.
Di Banyumas, hujan deras yang mengguyur daerah ini sejak Jumat malam mengakibatkan tiga jembatan di Kecamatan Ajibarang ambrol karena tidak kuat menahan limpahan air. Jembatan utama yang ambrol panjangnya 45 meter dan lebar 8 meter di Desa Kracak, yang menghubungkan Kecamatan Ajibarang dengan Gumelar. Akibat ambrolnya jembatan ini, lalu lintas di daerah itu mengalami gangguan dan harus memutar melewati Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes.
Kepala Desa Kracak Suwaryo mengatakan, ambrolnya jembatan terjadi Sabtu dini hari akibat hujan deras yang mengguyur daerah ini sejak Jumat malam. “Derasnya arus air membuat bagian tengah jembatan patah sehingga bagian lain jembatan ambrol,” katanya.
Dua jembatan lain yang ambrol berada di Kampung Parakan dan Legok, Kecamatan Ajibarang. Air bah di daerah ini juga menerjang tiga rumah warga hingga rusak parah. Warga pemilik rumah terpaksa mengungsi ke rumah tetangga. Asisten Bagian Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Banyumas Suyatno menyatakan, kerugian akibat ambrolnya tiga jembatan itu mencapai Rp 2,5 miliar.
(Ari Adji HS-Tempo)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|