|
Jawa Tengah
Lebaran, Truk Dilarang Masuk Solo
Jum'at, 05 November 2004 | 14:43 WIB
TEMPO Interaktif, Solo: Bagi banyak orang lebaran adalah berkah, tetapi bagi truk bagaikan kutukan. Seluruh truk pengangkut bahan bangunan baik berupa truk bersumbu lebih dari dua, truk gandeng, truk tempel dan mapun kontainer mulai dari tanggal 11 November sampai dengan 17 November dilarang masuk ke wilayah Kota Solo.
Larangan ini untuk memberikan kesempatan bagi angkutan lebaran yang mengangkut para pemudik. Pada saat yang bersamaan, diperkirakan lahan parkir di Terminal Tirtonadi Solo tidak mampu lagi menampung bus yang datang berbagai kota, terutama Jakarta. "Seluruh truk dilarang masuk ke wilayah Kota Solo, kecuali yang dipergunakan untuk mengangkut sembako dan keperluan untuk hajat hidup orang banyak,\" ujar Kepala Seksi Angkutan Orang DDLAJ Solo, Supriyono.
Menurut Supriyono pada saat arus mudik mencapai puncaknya antara H-2 hingga H + 3, jumlah penumpang angkutan lebaran diperkirakan akan mencapai 119.857 penumpang atau naik sekitar 7 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 112.016 penumpang. Jumlah angkutan yang dipergunakan juga akan bertambah sampai 500 armada, yang sebagian besar merupakan bus bantuan angkutan lebaran dari Jakarta. "Pada saat itu akan terjadi antrian panjang di depan terminal akibat penumpukan kendaraan di dalam terminal,"katanya.
Ketersediaan sarana angkutan di terminal Tirtonadi saat ini, untuk bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) disediakan 2.545 rit x 50 seat yang mampu mengangkut 127.250 penumpang. Bus Antar Kota Antar Provinsi sebanyak 800 rit x 45 seat yang mampu mengangkut 36 ribu penumpang, dan bus lintas ada 1454 rit x 40 seat yang mampu mengangkut 14.540 penumpang. "Kami optimistis tidak akan terjadi kasus penumpang terlantar di terminal karena tidak adanya sarana angkutan. Kami sudah mempersiapkan sebaik mungkin,"ujarnya.
Imron Rosyid
INDEKS BERITA LAINNYA :
|