|
Nusa
Mahasiswa Semarang Kecam Perseteruan DPR
Jum'at, 05 November 2004 | 13:11 WIB
TEMPO Interaktif, Semarang:
Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro Jumat (5/11), mengecam dan memprihatinkan perseteruan para wakil rakyat yang membentuk kubu-kubu dan hanya berebut kursi.
Para mahasiswa ini mengenakan jaket almamater dan bendera organisasi serta membawa beberapa poster yang menyindir perseteruan para wakil rakyat. Mereka mengecam,di awal kerjanya DPR malah lebih banyak diwarnai perebutan kursi kekuasaan dan tidak segera memikirkan rakyat. “Dulu tidur, sekarang ribut. Indonesia mau jadi apa, DPR RI Norak Amat!!, Kaya Rebutan Permen, Daripada Ribut mendingan I’tikaf Saja,”begitu bunyi poster yang menyindir ribut-ribut di Senayan, Jakarta.
Presiden BEM Undip, Aris Fajar Rokhani, dalam orasinya menyatakan politik dagang sapi sedang terjadi di parlemen. Menurutnya dengan adanya kubu-kubuan di antara para anggota ini membuat perseteruan semakin memanas dan tidak ada yang mau mengalah. “Sikap DPR kekanak-kanakan, ini jelas mencoreng citra DPR sebagai lembaga yang berwibawa. Seharusnya mereka berpikir dewasa dalam berpolitik,”tegas Aris.
Ditegaskan Aris, perseteruan yang terjadi saat ini dan belum kunjung mereda sangat mengecewakan. Padahal berbagai persoalan rakyat, kata Aris, sudah berada di depan mata dan menunggu penyelesaian. “Kalau sudah begini, fungsi legislasi, pengawasan dan fungsi yang lain jadi terhambat hanya gara-gara rebutan kursi,“ kata Aris lagi.
Dengan kondisi perseteruan yang belum juga ada titik terangnya itu, kata Aris, jelas mengecewakan rakyat. Mereka pun menuntut agar para politisi di gedung DPR MPR itu bias semakin dewasa demi kepentingan bangsa dan negara. “Kami menyerukan, segera hentikan konflik internal yang tengah berkecamuk ini bapak dewan yang terhormat,” katanya lantang.
Selain para mahasiswa juga meminta agar para anggota DPR dapat memberi contoh yang baik kepada rakyat dan mencegah meluasnya konflik ini. Rakyat pun diminta tidak terpengaruh dengan adanya konflik antara Koalisi Kebangsaan dan Koalisi Kerakyatan itu.
Dian Yuliastuti-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|