Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Tengah

Biaya Muktamar NU Rp 6 Miliar
Kamis, 04 November 2004 | 14:45 WIB

TEMPO Interaktif, Solo: Panitia lokal Muktamar Nahdatul Ulama (NU) ke-31 memastikan persiapan teknis penyelenggaraan muktamar di Asrama Haji Donohudan, Boyolali telah mencapai 75 persen. Pihak panitia juga telah mengantongi dana sekitar Rp 5 - 6 miliar untuk membiayai penyelenggaran muktamar yang bakal diikuti 3.150 peserta. Selain menyewa seluruh penginapan di asrama haji untuk 2.208 peserta, panitia juga menyewa sedikitnya 60 rumah penduduk di sekitar asrama untuk keperluan penginapan peserta. "Untuk tamu undangan seperti ulama dari luar negeri akan disewakan hotel, tapi sampai sekarang kami belum memesannya," kata Mubin Shoimuri, Ketua Pimpinan Cabang NU Kota Solo yang juga menjadi Wakil Ketua Bidang Teknis Panitia Muktamar NU kepada Tempo, Kamis (4/11).

Adapun dana pelaksanaan muktamar kali ini mencapai Rp 6 miliar yang kesemuanya sudah terpenuhi dari berbagai sumbangan dan sponsor. Dia menyebutkan meski sampai sekarang ini belum ada sponsor utama, tetapi dana muktamar telah tercukupi. Diakuinya, pembiayaan muktamar sepenuhnya dikelola PB NU, yang menurut Mubin selain berasal dari bantuan pemerintah seperti dari Menteri Agama juga beradal dari Gubernur.

Sebelumnya, kalangan muda NU mendengar informasi bahwa pelaksanaan muktamar di Asrama Haji Donohudan itu menelan biaya Rp 10 miliar. Koordinator NU Crisis Center Klaten, M Jazuli mengaku tidak habis mengerti darimana dana sebesar itu dimiliki NU karena selama ini warga NU tidak ada yang membayar iuran. Dia menengarai, ada sumbangan dari pihak-pihak tertentu. "Muktamar kali ini memang terkesan menjauhkan partisipasi warga NU," tukas menantu kiai kharismatik dari Klaten, KH Muslim Rifa'i Imampuro ini.

Selain itu, Jazuli yang juga Chatib Syuriah PC NU Klaten ini juga mengaku heran dengan pemilihan tempat muktamar yang dinilainya jauh dari kesan tradisionalitas NU. Selain diselenggarakan di luar pondok pesantren. Asrama Haji Donohudan Boyolali juga bukanlah lingkungan yang masyarakatnya memiliki akar tradisi NU.

Imron Rosyid - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jawa Timur Tetap Inginkan KH Hasyim Muzadi
Gus Dur Kemungkinan Besar Perkuat Syuriah NU
Lakpesdam NU Jateng Tolak Pencalonan Hasyim Muzadi
Salahuddin: Syuriah Bisa Memecat Tanfidziyah Dalam Keadaan Memaksa
KH Mustofa Bisri Berharap Anak Muda Pimpin NU
Rois Aam: PBNU Harus Dipimpin Orang Netral
Muktamar NU Akan Membahas Hukum Bom Bunuh Diri
Gus Dur Bantah Rumor Jadi Penasihat Kabinet Yudhoyono
Hasyim Segera Gelar Rekonsiliasi NU
Penonaktifan Hasyim Muzadi Dicabut
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Tangerang Kerahkan 300 Personil Lancarkan Arus Mudik
Satelit Pencitraan Bumi Meluncur
Di Cipete, Tembok Apartemen Runtuh
Nur Ahmadi, Dinasti Ketiga Perajin Gerabah
Terbakar, Ratusan Hektar Hutan di Jawa Timur

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data