Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Barat

Jembatan Penyelamat Arus Mudik
Kamis, 04 November 2004 | 14:10 WIB

TEMPO Interaktif, Pamanukan:Kondisi lalu-lintas di perempatan Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, setiap puncak arus mudik lebaran menjadi pusat kemacetan. Namun, pada puncak arus mudik lebaran tahun ini, dipastikan tidak akan mengalami kemacetan lagi.

Pahlawannya, jembatan layang yang dibangun di lokasi itu dan telah dioperasikan sejak 18 Oktober lalu. Sampai H-10, ternyata berhasil mengatasi keruwetan lalu-lintas di salah satu perempatan jalan di Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat itu. Berdasarkan pemantauan Tempo, sepanjang Kamis pagi hingga siang (4/11), seluruh kendaraan yang melintas di atas perempatan Pamanukan lewat jembatan layang, yang berasal dari arah Jakarta menuju Cirebon, terlihat sangat lancar.

Begitu juga, kondisi lalu-lintas di perempatan jalan bawah jembatan layang, tidak seruwet sebelum adanya jembatan layang. Meski aktivitas pasar, angkutan becak dan tukang ojek tetap tinggi. Arus kendaraan menuju Subang-Pamanukan - Pondok Bali dan arus Cirebon-Pamanukan-Cikampek juga lancar.

Namun, meski belum genap berusia sebulan, badan jambatan layang Pamanukan yang memanjang sejauh 1,03 kilometer dengan lebar 17 meter dan menghabiskan dana sebesar 68 miliar itu, sudah mulai retak-retak. Sejumlah pekerja lapangan dari departemen pekerjaan umum, tampak sibuk mengebor setiap jengkal lapisan aspal badan jalan layang yang retak tersebut, untuk kemudian kembali diaspal ulang. Saat sejumlah kendaraan truk tronton, trailer dan kontaier melintas di atas jembatan layang tersebut, getaran kuat sangat terasa.

Suherman dan Asep, dua warga Pamanukan mengatakan, kehadiran jembatan layang di perempatan Pamanukan, benar-benar telah mampu mengatasi kemacetan yang hampir setiap hari terjadi. Terutama pada saat hari pasar dan jam-jam sibuk, apalagi pada setiap hari akhir pekan.
"Alhamdulillah sekarang mah lancar-lancar saja," kata Suherman.

Keduanya berharap kondisi lalu-lintas pada puncak arus mudik lebaran nanti, tidak akan terjadi kemacetan lagi. "Kalau macet sih tidak mungkin lagi, paling-paling antri saja," timpal Asep. Kapala Polres Subang Ajun Komisaris Besar Agnes Supraptiningsih, sependapat. "Kalau pun ada kemacetan, pasti disebabkan oleh ekor arus kendaraan dari arah perbatasan Indramayu," kata Agnes. Sebab, di Pantura Indramayu masih ada sejumlah ruas jalan yang mengalami penyempitan.

Tapi, keduanya mengeluhkan ihwal kondisi jembatan layang yang dinilainya masih kurang sempurna. "Saya masih merasakan ada goyangan yang cukup kuat," kata Suherman. Suherman mengusulkan, untuk menghidari peristiwa yang tidak terduga, seperti ambrolnya jembatan Cipunagara, beberapa waktu lalu, pada saat puncak arus mudik kelak, seluruh kendaraan bertonase tinggi, dialihkan melalui jalan bawah saja. "Jembatan layang dikhususkan buat kendaraan pribadi dan bis saja," kata Suherman.

Pengamatan Tempo di sepanjang jalur Pantura Cikalong, Karawang hingga Pamanukan, Subang, menunjukan arus kendaraan meningkat. Malahan, jalanan didominasi oleh kendaraan-kendaraan truk pengangkut sembako dari arah Jawa menuju Jakarta. Tetapi, sudah nampak kelompok-kelompok kecil pemudik yang menggunakan sepeda motor. Rata-rata kelompok mereka terdiri lima sampai 10 motor, dengan ciri khas barang bawaan disimpan di bagasi tambahan yang terbuat dari kayu atau besi.

Nanang Sutisna


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

APHI Minta Larangan Menerima Parcel Dicabut
Pasokan Listrik Jawa-Bali Aman
Tangerang Siapkan Armada Bus dan Keamanan Perumahan
Aktivitas Pasar Cipulir Kembali Normal
Polda Jateng Buka Situs Informasi Arus Mudik
DKI Siapkan Posko Kesehatan
H-4 Angkutan Dialihkan Ke Jalur Selatan
Hari Ini Kapolri Tinjau Lokasi Arus Mudik
Foto dan Sidik Jari Untuk Pelanggar Lalin
Indosat Gelar Safari Mudik
> selengkapnya...


Referensi

"Tolong Sebulan ini Jatah Kami Menindak."

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data