|
Jawa Tengah
Wartawan Bodrex Semarang Keliaran Cari THR
Selasa, 02 November 2004 | 16:12 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Setelah Bekasi diguncang wartawan Bodrex, di Semarang wartawan serupa juga berkeliaran mendatangi instansi-instansi pemerintah minta jatah lebaran.
Bak preman mereka bergerombol, kadang kala memaksa sumber untuk memberikan 'kewajiban'. Ini gara-garanya juga pemerintah setempat sudah sejak lama, 'menjatahi' para wartawan itu. Tentu saja, cara para 'preman' wartawan' itu membuat jengah para jurnalis yang benar-benar menjalankan tugasnya.
Bagian Humas Perum Perhutani Jawa Tengah, salah satu instansi yang merasa terganggu dengan ulah 'si-bodrex'. Sampai-sampai di beberapa sut kantor itu ditulis : “Mohon maaf. Memenuhi anjuran dan tidak tersedianya dalam anggaran tahun 2004. Bersama ini diberitahukan bahwa Perum Perhutani Unit I Jateng TIDAK MEMBERI THR dan bentuk lainnya kepada wartawan atau pihak eksternal lain. Demikian untuk menjadikan maklum."
Sudiman Hartanto, salah seorang Staf Humas Perum Perhutani mengatakan, pihaknya sengaja menempel tulisan tersebut sejak awal Ramadhan. Untuk mengantisipasi aksi pemerasan yang dilakukan oleh bodrex. “Menjelang lebaran, biasanya para wartawan bodrex datang bergerombol, kadang sampai 15 orang. Mereka datang untuk meminta uang,”kata Sudirman.
Sudirman tak sendirian, Koordinator Lembaga Pemasyarakatan (Korpas) Kantor Wilayah Kehakiman dan HAM Jateng, Sutomo Raharjo, dan Agus Sutomo dari Biro Informasi Komunikasi dan Kehumasan (BIKK) Pemprov Jateng juga kesal. “Maaf mas, wawancaranya lain kali saja,” kata Sutomo.
Sutomo menolak wawancara dengan Tempo karena ternyata ruang kerjanya disatroni beberapa wartawan bodrek.“Sebetulnya kami sangat terbuka dengan wartawan. Tapi kalau begini, kasihan wartawan yang sebenarnya,”ujarnya.
Tiap menjelang lebaran, menurut Agus, banyak wartawan yang sebelumnya tidak pernah liputan ke Pemerintah Propinsi Jawa Tengah, tiba-tiba datang hanya meminta THR. “Jumlahnya mencapai puluhan, bahkan melebihi wartawanyang setiap hari meliput di Pemprov. Kedatangan mereka mengganggu kami,”katanya.
Sohirin
INDEKS BERITA LAINNYA :
|