|
Jawa Timur
Satu Lagi Napi Narkorba Malang Terjangkit HIV/AIDS
Selasa, 02 November 2004 | 15:35 WIB
TEMPO Interaktif, Malang:Seorang narapidana Lembaga Pemasyarakatan (LP) Lowokwaru Malang berinisial MS diketahui positif terserang penyakit HIV/AIDS. MS diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter Rumah Sakit syaiful Anwar (RSSA) Malang, Senin (1/11). "Hasil pemeriksaan menunjukkan MS positif terserang HIV AIDS,\" kata Kepala LP Lowokwaru Malang, Dedy Setiadi kepada wartawan di kantornya, Selasa (2/11).
Menurut Dedi Setiadi, sebelum ditemukan terkena HIV/AIDS, MS sering menderita sakit selama di LP. Dalam seminggu terakhir, ia menderita diare. Meski sudah diobati oleh dokter LP, namun diare MS tak sembuh-sembuh. "Kondisi kesehatannya terus memburuk," ujar Dedi. Selain itu, berat tubuh MS juga menurun drastis.
Dokter LP pun segera merujuknya ke Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSSA Malang. Setelah diperiksa, diketahui MS mengidap HIV/AIDS. Berdasarkan pengakuan MS kepada Dedi Setiadi, penyakit ini kemungkinan menular melalui jarum suntik yang dipakai untuk mengkonsumsi Narkoba.
MS adalah terpidana kasus Narkoba dengan masa hukuman 1,5 tahun. Dia dihukum karena terbukti membawa putauw. Saat ini, MS sudah menjalani hukuman selama satu tahun.
Karena terbukti mengidap HIV/AIDS, Petugas LP Lowokwaru akan menempatkan MS dalam sel khusus sendirian. Penempatan ini untuk memudahkan pemantauan dan perawatan kesehatan MS. Selain itu, juga untuk menjaga ketenangan antar narapidana.
LP Lowokwaru, menurut Kalapas Dedi, mulai berhati-hati terhadap para penghuni yang terkena kasus Narkoba karena tak menutup kemungkinan, terjangkit HIV/AIDS. Dua minggu sebelumnya, seorang tahanan kejaksaan kasus Narkoba meninggal di dalam LP karena terserang HIV/AIDS. "Kita tahu jika terserang HIV/AIDS setelah tahanan tersebut meninggal."
Dedi, mengharapkan Dinas Kesehatan Kota Malang segera melaksanakan pemeriksaan rutin terhadap para penghuni LP kasus Narkoba dan terserang HIV/AIDS. Pihak LP sudah menandatangani surat pernyataan kerjasama dengan Dinas Kesehatan Malang. "Tapi tak jalan. Semoga dengan adanya kasus ini, Dinkes mau menggelar pemeriksaan rutin,"kata Dedi Setiadi.
Bibin Bintariadi
INDEKS BERITA LAINNYA :
|