|
Jawa Tengah
Foto dan Sidik Jari Untuk Pelanggar Lalin
Selasa, 02 November 2004 | 14:29 WIB
TEMPO Interaktif, Solo:Polisi resor, Sukoharjo, Surakarta, Jawa Tengah akan memperlakukan pelanggar lalu lintas seperti penjahat. "Mereka yang kedapatan melanggar ketertiban lalu lintas akan ditangkap dan diambil foto serta sidik jari kemudian disebarluaskan seperti layaknya pelaku kriminal,"kata Kapolres Sukoharjo, Ajun Komisaris Besar, Bambang Rudi Pratignya,
Setiap pelanggar lalu lintas yang tertangkap akan dibawa ke pos polisi terdekat, kemudian di sana akan diambil fotonya serta sidik jarinya. Pengambilan fotonya seperti layaknya pelaku tindak kriminal akan tampak dari depan, samping kanan dan samping kiri sambil membawa papan bertuliskan pelanggar. Langkah ini, menurut Kapolres, untuk mengurangi kemacetan lalu lintas dan membuat jera para pelaku. "Biar malu mengetahui foto dipampang di kantor polisi.
Pelanggar dan pengganggu kelancaran lalu lintas tersebut, menurut Kapolres yang dihubungi Tempo (2/11), tak hanya para pengguna jalan, tetapi juga para pedagang kaki lima, yang menggelar dagangannya di badan jalan.
Selain itu, bersama dengan DLLAJR akan mendirikan pos pemantau arus lalu lintas di pusat-pusat kemacetan lalu lintas dan rawan gangguan kejahatan.
Bina Marga Jawa Tengah Wilayah Surakarta juga mengingatkan, terdapat sejumlah titik rawan kecelakaan dan bencana. Titik kerawanan tersebut diantaranya adalah jalur Boyolali-Selo-Magelang dan Boyolali-Klaten.
Menurut Kasi Jalan Balai Teknis Bina Marga Jawa Tengah Wilayah Surakarta, Hanung Triyono jalur Boyolali-Selo-Magelang, yang menjadi jalur pintas itu menjadi salah satu daerah yang rawan bencana mengingat di sekitar tempat itu sering terjadi longsor. Sedang di jalur Klaten-Boyolali sering terjadi pohon tumbang yang bisa membahayakan pengemudi kendaraan maupun mengganggu lalu lintas. Di jalur tersebut juga banyak terdapat pohon yang usianya cukup uzur sehingga mudah tumbang.
Menurut Hanung, untuk menghadapi musim lebaran ini, Balai Teknis Bina Marga sudah melakukan penebangan terhadap pohon yang sudah lapuk. Dikatakan, saat peralihan musim yang bertebatan dengan arus balik lebaran juga sering terjadi angin kencang sehingga dikhawatirkan bisa merobohkan pohon-pohon besar.
Di jalur Sukoharjo, Karangwuni, Cawas, Weru, Watukelir menuju Sukoharjo kota juga harus diwaspadai lantaran banyaknya bagian jalan yang ambles.
Imron Rosyid
INDEKS BERITA LAINNYA :
|