|
Jawa Tengah
Belum Ada Persiapan Khusus Sambut TKI Di Tanjung Emas
Senin, 01 November 2004 | 01:34 WIB
TEMPO Interaktif, Semarang:Meski Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng telah melakukan penjemputan para TKI Ilegal dan pembentukan posko, namun hingga Minggu (31/10) kemarin belum ada kesibukan khusus di Terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
Rencananya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan membuat posko operasional di Pelabuhan Tanjung Emas dan Bandara Ahmad Yani.
Dari pantauan Tempo di Tanjung Emas, belum ada tanda-tanda yang memperlihatkan persiapan khusus untuk menampung kedatangan TKI ilegal.
Beberapa orang petugas di Pelabuhan Tanjung Emas mengatakan para TKI itu akan ditampung di posko sementara di Lantai 2 diatas ruang tunggu penumpang.
Ruang dengan luas 10 m x 50 meter itu terlihat masih kosong melompong. Tak ada tanda-tanda yang menyiratkan persiapan untuk menyambut kedatangan para TKI itu. Lantai ruangan dari keramik putih itu tampak masih berdebu, di beberapa bagian terlihat keramik yang pecah dan ada kotoran binatang. "Belum ada poskonya, belum ada apa-apa kok," kata seorang satpam yang enggan disebut namanya.
Sementara, seorang petugas di Tanjung emas yang baru datang juga mengatakan Sabtu (30/10) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan beberapa orang terlihat meninjau lokasi untuk penampungan. Namun karena belum ada kepastian kedatangan, maka belum ada persiapan yang dilakukan.
"Kapalnya yang mau mengangkut juga belum kami ketahui, positif datangnya juga kapan belum tahu. Tapi kabarnya akan dating mulai Senin (1/11) ini, tapi mungkin sore hari atau malam," kata petugas pelabuhan yang tak mau disebut namanya itu.
Dia mengatakan, beberapa tahun lalu pun sempat ada pemulangan TKI sebanyak 500 orang dan begitu tiba di Tanjung Emas, merekapun langsung ditempatkan di lantai 2 gedung pemberangkatan penumpang itu.
Disnakertrans Jawa Tengah berencana menghubungi dinasnya di kabupaten kota untuk menyambut, menjemput dan memulangkan ke daerah masing-masing. Untuk mengamankan pemulangan para TKI Ilegal ini, jajaran polisi di Polwiltabes Semarang akan mengamankan kegiatan itu. Terutama dari polisi di KP3 Tanjung Emas.
Pemprov Jawa Tengah juga akan membekali para TKI Ilegal pulang ke daerah masing-masing setelah diantar ke Terminal Terboyo sebesar Rp 25 ribu per orang.
Diperkirakan para TKI Ilegal akan tiba di Semarang mulai pekan ini. Sejumlah informasi menyebutkan Senin (1/11) mereka akan mulai berdatangan dari Tanjung Pinang, namun hal ini belum dipastikan.
Dian Yuliastuti - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|