Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Tengah

Nelayan Cilacap Dapat Ganti Rugi Rp 14 Miliar
Kamis, 21 Oktober 2004 | 16:20 WIB

TEMPO Interaktif, Cilacap: Nelayan Cilacap mendapat ganti rugi Rp 14 miliar atas tumpahnya minyak mentah (crude oil) di perairan Cilacap akibat kebocoran lambung kapal Lucky Lady berbendera Malta, 10 September 2004. Dana yang nantinya akan dibagikan kepada 33 ribu nelayan anggota Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Cilacap itu, jauh lebih kecil daripada tuntutan nelayan, yaitu Rp 125 miliar.

Ketua HNSI Cilacap Atas Munandar menyatakan pada Kamis siang (21/10), HNSI akan rapat untuk menghitung jumlah kapal dan nelayan yang
berhak mendapat dana itu. Namun Atas belum bisa memperkirakan nominal yang akan didapatkan per nelayan. Diperkirakan, uang Rp 14 miliar bakal cair pada 1 November 2004.

Masih menurut Atas, persetujuan ganti rugi itu ditandatangani pada 19 Oktober 2004 lalu, antara HNSI dan perwakilan perusahaan kapal Lucky Lady yakni Petroleum & Insurance (P&I) dengan Tim Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap yang dibentuk untuk menangani musibah pencemaran laut itu. "Kami mendapatkan Rp 14 miliar sedangkan tim dari pemkab mendapat Rp 1,3 miliar," kata Atas. Dana Rp 1,3 miliar itu akan dibagikan untuk para anggota tim yang terdiri dari Angkatan Laut, kepolisian Cilacap dan Pemkab. "Tapi saya tidak tahu rincian dana Rp 1,3 miliar itu," ujar Atas.

Ketua Solidaritas Nelayan Cilacap Rasino menyatakan, salah satu alasan jumlah ganti rugi 'hanya' Rp 14 miliar, adalah tingkat pencemaran tidak terlalu mengkawatirkan. "Tim dari perusahaan kapal menyatakan, kebocoran ini masih lebih ringan dari kasus serupa yang terjadi pada kapal King Fisher 2001 lalu. Saat itu kami mendapat ganti
rugi Rp 18 miliar," kata dia.

Pada kasus King Fisher, jumlah nelayan yang harus mendapat ganti rugi 14 ribu. "Sehingga satu orang nelayan mendapat Rp 650 ribu. Kalau sekarang, paling-paling mendapat Rp 250 ribu," kata dia.

Rasino menyatakan, meski kecewa, para nelayan tetap
menerima angka Rp 14 miliar karena mereka memang sangat membutuhkannya. "Yang penting bisa segera cair, nelayan sudah tidak sabar mendapat ganti rugi itu," ujar Rasino.

Sementara itu, Humas Unit Pengolahan IV Pertamina
Cilacap Husni Banser menyatakan, pihaknya mendapat
ganti rugi sekitar Rp 6 miliar untuk mengganti biaya
penanganan kebocoran minyak mentah itu. "Uang itu
untuk menggantikan biaya pembersihan laut, material
yang kami pakai, sewa peralatan dan main power yang digunakan menetralisasi air laut yang terkena
tumpahan minyak mentah," katanya.

Husni menambahkan, angka ganti rugi yang didapatkan
Pertamina masih bisa berubah karena negoisasi belum
sepenuhnya final.

Ari Aji HS - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

JATAM Tuduh Nabiel Pejabat Publik Tak Bermoral
Berkas Buyat Masih Diteliti Kejaksaan Sulawesi Utara
Rapat Internal Tim Teknis Kasus Buyat Berjalan Alot
Warga Empat Desa Gatal-Gatal Akibat Pencemaran
Ketua MPR Serukan Wakil Rakyat Peduli Lingkungan
Korban Buyat dan Newmont Tempuh Jalur Mediasi
Nabiel Makarim: Kasus Buyat, Tinggal Tunggu Analisis Terakhir
Polisi Lengkapi Berkas Perkara Tersangka Newmont
Kualitas Air Tanah dan Sungai di Jakarta Mengkhawatirkan
Himpunan Nelayan Sayangkan Munculnya Persepsi Salah Tentang Buyat
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 8 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 1 Tahun 1998 Tentang Pemeriksaan Kecelakaan Kapal
UU RI No. 22 Tahun 2001 Tentang Migas
Inpres RI No. 3 Tahun 2000 Tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Pertambangan Tanpa Izin
> selengkapnya...

Website

PT Freeport Indonesia
Newmont Indonesia
Berita Bumi
Situs INFORM
Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data