|
Bali
Mahasiswa Bali Unjuk Rasa Menagih Janji SBY
Rabu, 20 Oktober 2004 | 15:28 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Puluhan mahasiswa di Denpasar, Bali, Rabu (20/10) menggelar unjuk rasa menyambut pelantikan pasangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakilnya Yusuf Kalla. Mahasiswa yang menamakan diri Barisan Oposisi Bersatu mendesak SBY-Kalla merealisasikan janji-janji yang telah disampaikan pada masa kampanye.
Aksi di depan kampus Universitas Udayana (Unud, Denpasar itu dijaga ketat puluhan aparat keamanan. Polisi khawatir para mahasiswa diserang para preman. Sebelumnya dalam aksi memperingati Hari TNI (5/10) lalu, puluhan preman menghadang dan menyerang mahasiswa pengunjuk rasa. Apalagi dalam spanduk dan poster yang dibentangkan mahasiswa bertuliskan harapan pada Presiden SBY. Antara lain :"Pemerintahan Baru Harus Bersih dan Merakyat",
" Jangan Naikkan BBM, Berikan Subsidi Pada Rakyat", "Bubarkan Kodam, Korem, Koramil dan Babinsa", "Nasionalisasi Aset TNI\".
Dalam unjuk rasa, Kordinator lapangan aksi unjuk rasa, Ricardo meminta agar SBY memenuhi janjinya untuk segera
melakukan perubahan mendasar bagi bangsa ini. Yakni, dengan menuntaskan kasus-kasus korupsi, pelanggaran HAM, meningkatkan kesejahteran buruh, dan
memberantas mafia peradilan. "Bila dalam 100 hari tidak ada tanda-tanda ke arah perubahan itu, kami akan mengajak masyarakat untuk menolak pemerintahan baru.Jangan hanya sibuk mempertahankan image dengan menangkap koruptor kecil, pengadilan aparat pelanggara HAM dan bukan jenderalnya, buktikan bahwa akan ada perubahan,"katanya.
Para pengunjuk rasa juga mendesak pemotongan anggaran militer, larangan bagi TNI untuk berbisnis, menghentikan penggusuran dan tindakan lain yang melukai hati rakyat. Para mahasiswa Bali juga menyerukan agar masyarakat miskin dari kalangan buruh,tani, pedagang kaki lima dan organisasi pro demokrasi bersatu untuk mengawasi
pemerintahan SBY-Kalla. "Sebab, tanpa pengawasan itu, kekuasaan akan cenderung disalahgunakan untuk kepentingan orang-orang yang memegangnya,"kata Ricardo.
Rofiqi Hasan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|