Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

DI Yogyakarta

Istri Kedua Tersangka Bom Makassar Diperiksa
Selasa, 12 Oktober 2004 | 21:38 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Istri kedua tersangka bom Makassar Agung Abdul Hamid (36), Ir Panca Budi Yani Akhiriyah (34), diperiksa jajaran Poltabes Yogyakarta, Selasa (12/10).

Selama 1,5 jam diperiksa petugas, Panca Budi mengaku tidak tahu aktivitas Agung Hamid selama menjadi buron. Agung Hamid sendiri berhasil dibekuk di Yogyakarta di Jalan Mangkubumi Yogyakarta, tempat dia biasa berjualan barang-barang bekas.

Usai pemeriksaan, didampingi pengacaranya Daris Purba SH, Panca Budi mengatakan, selama suaminya berada di Yogyakarta ia baru sekali bertemu. Panca Budi mengaku lupa waktu pertemuan dengan suaminya itu. Hanya saja, kata dia, pertemuan berlangsung di sebuah hotel dan hanya beberapa menit.

Tentang tuduhan yang dialamatkan kepada suaminya sebagai pelaku bom di Makassar, Panca Budi menyatakan tidak percaya terhadap tuduhan tersebut. "Suami saya telah menyangkal terlibat peledakan bom di Makassar, saya pun tidak percaya dengan tuduhan itu," kata dia.

Selama pemeriksaan yang dipimpin Kanit II Reserse Poltabes Yogyakarta, Ajun Komisaris Polisi Sukardi, Panca Budi lebih banyak ditanya tentang aktivitasnya sehari-hari. Panca Budi sendiri mengaku tidak konsentrasi dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan petugas. "Ayah saya sedang sakit, jadi saya kurang konsentrasi karena terbayang di rumah," kata dia.

Sementara itu, Kepala Satuan Reskrim Poltabes Yogyakarta Kompol Endi Sutendi mengatakan, pemanggilan dan pemeriksaan terhadap istri kedua Agung Hamid adalah sebagai saksi. "Kita ingin tahu lebih banyak tentang suaminya. Jadi kapasitasnya adalah sebagai saksi," kata Endi.

Menurut Endi, selain Panca Budi, pihaknya sudah memeriksa tiga orang saksi lain, yaitu Suwarno, Ponijan dan Ichsan. Mereka adalah teman-teman Agung Hamid saat berjualan barang-barang loakan di Yogyakarta.

"Keterangan dari tiga saksi itu, mereka memang kenal dengan Agung Hamid, tetapi dengan nama Budi. Mereka baru tahu bahwa Budi adalah buron polisi setelah membaca surat kabar," kata dia.

Seperti diberitakan, Agung Abdul Hamid alias Arifin (36 tahun) bersama rekannya, Munir Anshori alias Fadli (28 tahun), 27 September lalu ditangkap tim gabungan antiteror dari Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), Polres Luwu dan Poltabes Kota Yogyakarta di Yogyakarta. Agung Hamid dan Munir Anshori ditangkap karena terlibat bom Makassar.

Syaiful Amin - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Abdul Hamid Akui Terlibat Bom Makassar
Pelaku Bom Diterbangkan Ke Makassar
Dua Tersangka Pelaku Bom Makassar Ditangkap di Yogya
Pelaku Peledakan Bom Makasar Tertangkap
Terpidana Bom Makassar Dibebaskan
Tersangka Utama Bom Palopo Ditangkap
Bom Meledak di Sulawesi Selatan
Korban Salah Tangkap Bom Makassar Mengadu
Polisi Sumtra Memperketat Penjagaan
Seorang Terdakwa Bom Makassar Divonis Bebas
> selengkapnya...


Referensi

Paketan Bom di Indonesia
Teror Bom di Indonesia (Beberapa di Luar Negeri) dari Waktu ke Waktu
Jamaah Islamiyah
PP RI No.24 Thn.2003 Tentang Tata Cara Perlindungan Terhadap Saksi, Penyidik, Penuntut Umum, Dan Hakim Dalam Perkara Tindak Pidana Terorisme

Website

Kepolisian Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data