Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Semarang

Dua Kelompok Demonstran Desak Pencabutan UU TNI
Selasa, 05 Oktober 2004 | 15:13 WIB

TEMPO Interaktif, Semarang: Di Hari Ulang Tahun TNI, Selasa (5/10), dua kelompok massa di Semarang melakukan aksi penolakan terhadap UU TNI yang baru disahkan. Mereka menuntut agar undang-undang ini dicabut.

Kelompok pertama menamakan diri Aliansi tolak Militerisme (Atom). Massa yang terdiri dari 15 orang mahasiswa dari beberapa universitas itu bergerak dari Tugu Muda kemudian bergerak menuju Kodim 0733 di Jalan Pemuda. Sambil berjalan mereka meneriakkan yel-yel anti militerisme dan mengusung beberapa poster. "Pembungkaman demokrasi terus terjadi dan itu dilakukan oleh TNI yang merupakan lembaga keamanan negara," ujar Anton Triyanto, koordinator aksi.

Menurut dia penyelesaian konflik di berbagai tempat masih kental dengan cara-cara yang militeristik. Apalagi, kata dia, kemudian DPR mengesahkan UU TNI. "Ini akan semakin memperjelas TNI akan kembali masuk ke ruang sipil dan terus merapatkan barisan. Maka dari itu kita tolak bahaya militerisme dan kembalinya dwifungsi ABRI," teriak Anton disambut teriakan pengunjuk rasa lainnya.

Selain menolak militerisme, mereka pun meminta pencabutan UU TNI dan menolak cara–cara militeristik dalam penyelesaian setiap konflik. Mereka pun menuntut pengembalian TNI sebagai alat pertahanan dan ketahanan negara. Begitu melihat kedatangan para pengunjuk rasa, beberapa tentara yang piket langsung menutup gerbang. Selanjutnya mereka pun memutarkan lagu-lagu mars TNI untuk mengusir para pengunjuk rasa.

Aksi penolakan terhadap UU TNI juga dilakukan oleh massa Partai Rakyat Demokratik Semarang di Bundaran Air Mancur di Jalan Pahlawan. Aksi yang dikoordinatori oleh Nur Badrianto ini juga menuntut pencabutan UU TNI dan menolak kembalinya milterisme.

Dian Yuliastuti - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

UU TNI Tidak Mengubah Struktur Komando Teritorial
DPR Akhirnya Sahkan RUU TNI
Mahasiswa Malang Tuntut Jabatan Panglima TNI Dihapus
Penolakan RUU TNI Kembali Meluas
UU TNI Sogokan Politik kepada TNI
Mahasiswa Peringati Tewasnya Dua Mahasiswa Universitas Lampung
Barisan Oposisi Rakyat Tolak RUU TNI
FPDI-P Ingin Kodam di Jawa Dibubarkan
Koalisi Perempuan Tolak RUU TNI
Demo Tolak RUU TNI Digelar di Depan Grahadi
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data