Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Surabaya

Disnaker Jatim Masih Kumpulkan Bukti Identitas Dua TKW
Senin, 04 Oktober 2004 | 16:26 WIB

TEMPO Interaktif, Surabaya: Dinas Tenaga Kerja Jawa Timur masih mencari bukti-bukti tentang kemungkinan dua tenaga kerja wanita (TKW) yang disandera di Iraq berasal dari Banyuwangi dan Malang. Kepala Seksi Perlindungan dan Evaluasi Balai Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Jatim, Widodo, mengatakan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan Disnaker Banyuwangi dan Disnaker Kabupaten Malang. "Lewat dua Disnaker di daerah itu kami masih mengumpulkan bukti-bukti betulkan dua TKW yang disandera itu dari Jatim. Mungkin besok baru ada laporan," kata Widodo kepada Tempo, Senin (4/10).

Seperti ditulis Harian Jawa Pos hari ini, dua orang TKW yang disandera Kelompok Tentara Islam Iraq Komando Barat (Al Jaish Al Islami in Al Iraq) tersebut bernama Istiqomah, 32 tahun, warga Kelurahan Singotrunan Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi dan Novitasari, 20 tahun, warga Desa Mulyosari, Kecamatan Sumbermanjing, Malang.

Ketika dihubungi per telepon, Kepala Bagian Penempatan TKI Disnaker Banyuwangi, Setyo, mengatakan bahwa baru saja dirinya mengklarifikasi hal tersebut kepada suami Istiqomah yang bernama Sugianto. Sugianto membenarkan bahwa isterinya telah tujuh bulan lalu bekerja di Jordania. Namun Istiqomah pernah menelepon suaminya bahwa penempatan dirinya yang semula ke Jordania diubah ke Iraq. Disnaker Banyuwangi mengalami
kesulitan mencari data Istiqomah karena saat berangkat ia menggunakan jasa calo tak resmi.

Menurut Sugianto, Istiqomah berangkat melalui PJTKI PT. Sabrina yang beralamat di Kramatjati, Condet, Jakarta. Sugianto semula yakin bahwa foto dua sandera yang dilihatnya di koran itu salah satunya ialah Istiqomah. Namun saat diklarifikasi Setyo, Sugianto agak ragu. "Sugianto bilang 'sepertinya' dan 'rasa-rasanya'. Jadi dia sendiri belum yakin betul," kata Setyo.

Kukuh S. Wibowo - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jenazah TKW Rusminiwati Tiba di Tanah Air
Gus Dur Dimintai Menjadi Mediator Pembebasan Sandera
Depnakertrans Selidiki Legalitas Dua Pekerja yang ditawan Di Irak
Purwanti Akan Banding
TKW Asal Malang yang Meninggal Bertambah
Ayah Purwanti Berharap Anaknya Dapat Keringanan
Migrant Care Desak Pemerintah Periksa PJTKI
Puluhan Massa Demo Tolak RUU Buruh Migran
Sidang Nirmala Bonat Digelar Kembali
Komnas Perempuan: Gunakan Jalur Diplomatik untuk Kasus Sundarti
> selengkapnya...


Referensi

Studi Perlindungan TKI Ditinjau dari Aspek Pembiayaan
HAK ASASI BURUH MIGRAN INDONESIA
Beberapa Kebijakaan Penempatan TKI ke Luar Negeri
KepMenakertrans nomor KEP-104A/MEN/2002 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri
UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Kentenagakerjaan
Buruh Migran Meninggal hingga September 2003
Kebutuhan dan Penempatan TKI 2002
Kebutuhan dan Penempatan TKI ke Luar Negeri (2001-2004)
> selengkapnya...

Website

Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan TKI
PJTKI
Depnakertrans
LSM buruhmigran
Jaringan LSM buruh migran Asia
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data