Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Timur

PPP dan PAN Tolak Kredit Dari BPD Jatim.
Jum'at, 01 Oktober 2004 | 10:35 WIB

TEMPO Interaktif, Surabaya: Rencana pemberian kredit Rp. 100 juta dari Bank Pembangunan daerah (BPD) Jawa Timur, kepada anggota DPRD Jawa Timur menimbulkan pro dan kontra. Farid Al Fauzi, anggota Fraksi Persatuan Pembangunan (FPP) DPRD Jawa Timur dan Achmad Rubai, anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) DPRD Jawa Timur menolak pemberian kredit tersebut dengan alasan akan mengurangi independensi anggota DPRD terhadap BPD.

"DPRD sangat mungkin akan lemah kontrolnya terhadap BPD Jatim" kata Farid Al Fauzi, Jum`at pagi (1/10) kepada Tempo.

Farid mengatakan, dia tak setuju kredit tersebut bukan karena dia sudah mempunyai mobil pribadi, tetapi lebih karena pemberian kredit tersebut dinilai tidak wajar karena persyaratannya sangat mudah, yaitu tanpa agunan dan bunganya hanya 10 persen. Padahal, tanpa agunan tersebut sangat berisiko tinggi mengingat saat ini anggota DPRD bisa dipecat sewaktu-waktu oleh partainya. "Jika dipecat siapa nanti yang menanggungnya," kata Farid.

Selain itu, pemberian kredit yang sangat mudah tersebut bertentangan dengan kondisi masyarakat sekarang yang sulit mendapatkan kredit secara murah, cepat dan mudah. "Masyarakat kan sulit memperoleh kredit, tetapi anggota DPRD diberi kemudahan," kata Farid.

Menurut Farid, jika BPD memberikan kredit Rp. 100 juta kepada setiap anggota DPRD Jatim, artinya akan dibutuhkan dana Rp. 10 milyar kredit. "Padahal jika kredit tersebut diberikan Rp. 1 juta kepada usaha kecil, akan ada 10 ribu orang yang mendapatkan kredit," kata Farid.


Anggota F-PAN DPRD Jatim Achmad Rubai mengatakan, penolakannya terhadap kredit dari BPD bukan pendapatnya pribadi, namun pendapat Fraksi PAN. Menurut Rubai, Fraksi PAN menolak kredit tersebut, karena nanti khawatir ada politik balas jasa yang harus dibawa anggota DPRD Jatim, khususnya dari anggota PAN. "Kami khawatir anggota PAN ewuh pakewuh dalam mengkrtisi BPD Jawa Timur," kata Rubai.

BPD Jatim adalah salah satu BUMD milik Pemprov Jawa Timur dan DPRD mempunyai kewenangan untuk mengontrol kinerja Pemprov Jawa Timur, termasuk BPD Jatim.


Zed Abidien - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Hamzah Ingin Ketua DPR Dari PDIP
Jatim Kecewa Dana Perimbangan Pusat-Daerah
PAN Akan Dukung PPP Untuk Kursi Ketua DPR
Koalisi Kebangsaan Bertekad Jalankan Misi Di DPR
PPP Dukung Golkar, Siapkan Wakil Ketua DPR
Koalisi Kebangsaan Gelar Doa Bersama
PKS Gagal Menjadi Ketua DPRD Jakarta
Barisan Amanat Nasional Dukung SBY-JK
Ketua PPP Sultra Jadi Koordinator Koalisi Kerakyatan
Jusuf Kalla Janjikan Kabinet 30 Menteri
> selengkapnya...


Referensi

Kasus Dipasena
Profil Iwan Prawiranata
Keppres RI No. 10 Tahun 2001 Tentang Pelaksanaan Otonomi Daerah Di Bidang Pertanahan
UU RI No.25 Thn.1999 Tentang Pertimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah
UU RI No.22 Thn.1999 Tentang Pemerintahan Daerah
> selengkapnya...

Website

Departemen Dalam Negeri


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Pemerintah AS Ambil Alih Manajemen Fannie Mae dan Freddie Mac
Capello Belum Puas dengan Cole
Daya Beli Petani Nusa Tenggara Barat Anjlok
Paraguay Kokoh di Puncak, Argentina Puas
Gempa 5,3 SR Landa Laut Maluku  

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data