Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Karawang

400 Massa Turun Jalan Peringati Hari Tani
Jum'at, 24 September 2004 | 17:31 WIB

TEMPO Interaktif, Karawang: Sekitar 400 massa yang berasal dari 18 elemen yang tergabung dalam Badan Musyawarah Organisasi Petani, LSM dan Mahasiswa di Kabupaten Karawang Jawa Barat, Jumat (24/9), melakukan long march. Aksi ini berkaitan dengan Hari Tani Sedunia yang jatuh pada 24 September.

Institusi yang pertama kali jadi sasaran pengunjuk rasa adalah kantor Perum Dolog Sub-Divre Wilayah IV Karawang dan berakhir di depan gedung DPRD Karawang. Di dua tempat tersebut, para pengunjuk rasa yang dimotori oleh Keluarga Mahasiswa dan Pelajar Karawang (Kempaka), Dhuta Tani, HKTI, BEM Universitas Singaperbangsa Karawang, Majelis Tani Kampus tersebut, meneriakkan beberapa tuntutan.

Ada beberapa tuntutan yang dibacakan oleh koordinator lapangan aksi, Mulyana Akhmad dari Kempaka. Pertama, presiden terpilih harus menindak tegas pelaku impor beras yang dilakukan dengan modus "Spanyol" alias separoh nyolong. Kedua, Perum Bulog wajib meningkatkan volume pembelian gabah secara proporsional. Ketiga, untuk memperbaiki infrastruktur irigasi yang makin parah, Pemerintah Kabupaten Karawang diminta membentuk Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air. Keempat, PT Pupuk diminta harus memenuhi pelayanan pupuk bersubsidi pada setiap musim tanahm di seluruh wilayah Karawang.

Ketua DPRD Sementara Kabupaten Karawang Ade Sukaedi, yang menemui ratusan pengunjuk rasa di depan gedung Dewan, berjanji akan menindaklanjuti tuntutan tersebut. "Kita akan menindaklanjutinya," kata Ade menjanjikan.

Nanang Sutisna - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pengusaha Tolak Kenaikan Bea Masuk Buah
Presiden: Subsidi BBM dan Listrik Harus Diturunkan
Ratusan Petani Demonstrasi
Pasuruan Bertekad Menjadi Sentra Gandum Nasional
Pengembangan Gandum di Indonesia Dinilai Prospektif
Presiden Prihatin terhadap Pengembangan Hortikultura
Industri Agrobisnis Mengalami Krisis
Petani Keluhkan Harga Beli Tembakau
Sawah di Sragen Terancam Puso
Petani Keluhkan Merosotnya Harga Tembakau
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 14 Tahun 2004 Tentang Syariat dan Tata Cara Pengalihan Perlindungan Varietas Tanaman dan Penggunaan Varietas Yang Di Lindungi Oleh Pemerintah
PP RI No. 13 Tahun 2004 Tentang Penanaman, Pendapatan dan Penggunaan Varietas Asal Untuk Pembuatan Varietas Turunan Esensial
PP RI No.1 Thn.1980 Tentang Ketentuan Penanaman Papaver, Koka, Dan Ganja
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data